Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Mei 2013

SEJARAH ISTILAH "HARI H"

Hari H adalah bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Inggris yakni D Day. D singkatan dari day, jadi di Indonesiakan jadi h singkatan hari.

Istilah D-Day populer saat PD II. D-Day yang paling terkenal dalam sejarah adalah tanggal 6 Juni 1944 - tanggal dimulainya Pertempuran Normandia, dimana tentara Sekutu berencana untuk membebaskan Eropa dari kekuasaan Nazi Jerman selama Perang Dunia II

Source
Selengkapnya(Read More)..

Jumat, 29 Maret 2013

Sejarah Tarian Mabuk Harlem Shake

Sejarah Harlem Shake

Harlem Shake , awalnya disebut albee di Harlem, adalah tarian yang dimulai pada tahun 1981. Tarian menjadi mainstream pada tahun 2001 ketika G. Dep menampilkan Harlem Shake dalam video musiknya “Let’s Get It”. Ini memiliki sejarah dari Northeast African dance yang disebut "Eskista" dan diduga dimulai di Harlem oleh seorang pria bernama Al B.

Harlem Shake menghebohkan youtube



Harlem Shake adalah tarian yang awalnya dimulai di Harlem, New York. Sejak awal telah menyebar ke daerah perkotaan lainnya dan menjadi populer di video musik. Para penyiar di Classic Basketball Entertainer ini di klaim Rucker Park bahwa Modern Harlem Shake dimulai oleh seorang pria dengan nama "Al B" (julukan Sisqo atau Cisco). Al B adalah seorang pemabuk yang akan melakukan tarian atas permintaan. Karena pendirinya, tarian ini awalnya disebut "albee" di Rucker dan Harlem, tetapi kemudian dikenal sebagai Harlem Shake .

Al B dikutip mengatakan bahwa tarian adalah "goyang orang yang sedang mabuk, ini merupakan goyang yang mabuk beralkohol, tapi itu fantastis, semua orang menghargai hal itu." Dia mengatakan itu berasal dari Mesir Kuno dan menggambarkannya sebagai apa mumi yang digunakan untuk melakukan. Karena mereka semua dibungkus mereka tidak bisa benar-benar bergerak, semua yang mereka bisa lakukan adalah goyang. Harlem Goyang didasarkan pada tarian Ethiopia disebut Eskista .

Al B menyatakan bahwa ia telah melakukan Harlem Shake sejak tahun 1981. Tarian pertama kali tertangkap pada Entertainer Bola Basket Classic atau EBC dan menyebar dari sana ke daerah lain.
Pada bulan Februari 2013, Harlem goyang menjadi populer di kalangan video YouTube.

Meskipun mulai tahun 1981, Shake Harlem menjadi mainstream pada tahun 2001 ketika G. Dep menampilkan tarian di video musiknya "Let’s Get It". The Harlem Shake umumnya terkait dengan langkah tarian serupa yang disebut 'The Chicken Noodle Soup' . The "Chicken Noodle Soup" berevolusi dari Harlem Shake dan meledak ke popularitas pada musim panas 2006 ketika DJ Webstar dan Young B membawanya ke arus utama Tarian disebut dalam lagu CunninLynguists., "Old School," dalam lagu Mac Dre, "Dance Thizzle," dan dalam lagu Nelly, "Dilema." Sebuah band dari New York City mengambil nama tarian dan dijuluki diri mereka "Harlem Shakes." Album debut mereka Technicolor Kesehatan yang dirilis Maret 24 Desember 2009. "Harlem Shake" adalah sebuah lagu oleh produser Amerika dari Brooklyn, New York Baauer. Lagu ini diunggah ke YouTube pada 10 Mei 2012, dan menjadi trend Harlem shake pada bulan Februari 2013.
Source

keywords :

Tahu Nggak, Harlem Shake Itu Apa Sih

Inilah Sejarah / Asal Muasal Tarian Harlem Shake

Sejarah dan Penemu Harlem Shake

Sejarah Goyang Harlem Shake

Asal Usul dan Sejarah Lengkap Harlem Shake

Selengkapnya(Read More)..

Rabu, 20 Maret 2013

10 Kota Kuno Paling Indah Pada Masanya

Dunia mengenal sejumlah situs-situs kota yang telah ditinggalkan penghuninya. Situs-situs purbakala ini tersebar di seluruh negara. Mereka merefleksikan kebesaran kebudayaan dan pencapaian manusia yang hidup di masanya. Ada yang di masa prasejarah, ada yang sudah masuk masa sejarah.

National Geographic baru-baru ini merilis lagi beberapa foto “kota yang hilang” di lamannya. Berikut kota-kota tersebut:

1. Petra, Yordania

Inilah istana yang dipahat di sebuah bukit batu. Diperkirakan manusia menghuni Petra sejak abad ke-2 Masehi. Dalam foto National Geographic ini, bangunannya disebut sebagai El-Deir. Arkeolog menyimpulkan bangunan ini dahulunya sebagai kuil pemujaan, sebelum berubah menjadi gereja atau biara.

2. Machu Picchu, Peru

Sebuah kota di atas gunung. Penemuannya menghebohkan dunia arkeologi. Padahal ia baru ditemukan 100 tahun lalu. Hingga saat ini arkeolog masih belum pasti apa fungsi kota Macchu Picchu ini. Sebab bangsa India Inca yang membangunnya tidak memiliki budaya tulis menulis dan tidak ada tinggalan tertulis.

3. Palenque, Meksiko

Inilah kota besar bangsa Indian Maya yang pertama. Terletak di tengah hutan lebat di tenggara Meksiko. Berbatasan dengan Guatemala. Diperkirakan bangsa Maya sudah menghuni Palenque sejak 3000 tahun lalu. Sepanjang sejarahnya, Maya lantas membangun kota besar lainnya seperti Tikal yang masuk kategori kota kosmopolitan di masanya.

4. Troya, Turki

Salah satu kota kuno yang paling terkenal dalam sejarah. Kota Troya diselimuti misteri, legenda, dan intrik. Apalagi ia muncul dalam cerita Illiad oleh pujangga Yunani, Homer. Tinggalan kota Troya ditemukan di sebelah barat laut Turki pada abad ke 19 oleh arkeolog Jerman, Heinrich Schliemann. Ia menggali di kota Hisarlik, malah menemukan Troya. Situs Troya ternyata bukan situs tunggal. Kotanya dibangun di atas kota lain. Tercatat ada sembilan kota berbeda di dalam satu situs yang sudah berumur sekitar 5000 tahun ini.

5. Mohenjo Daro, Pakistan

Salah satu kota tertua di Asia dan di dunia. Mohenjo Daro berkembang karena dialiri Sungai Indus. Ia ditemukan pada 1921. Saudara kembar kota ini, yang juga tua, adalah Harappa. Umur kota ini diperkirakan mencapai 4.500 tahun. Ia berdagang dengan kota kuno lainnya, Mesopotamia.

6. Palmyra, Siria

Kota ini dikenal juga sebagai nama Tadmor. Kota ini masih pegang peranan penting hingga abad-19. Para pedagang sejak 300 Masehi sudah singgah ke Palmyra untuk beristirahat sebelum meneruskan perjalanan ke Mesopotamia dan Persia. Letaknya yang strategis membuat kota ini dijajah bangsa Romawi di awal Masehi.

7. Tanis, Mesir

Kota Tanis termasuk salah satu kota paling misterius di dunia. Ia pernah menjadi ibu kota Mesir kuno. Di kota inilah salah satu temuan arkeologi paling heboh berada, yaitu mumi keluarga kerajaan Mesir. Temuan ini sejajar berharganya dengan temuan mumi Tutankhamun.

8. Great Enclosure, Zimbabwe

Kota di Afrika ini sering disebut sebagai salah satu kota yang muncul dalam berbagai kitab suci. Tempat Ratu Sheba. Arkeolog masih belum dapat menyimpulkan sejauh mana peranan dan fungsi kota yang ditinggalkan penghuninya ini. Bukti-bukti sementara menghasilkan kota ini dibangun oleh suku Shona, suku leluhur suku Bantu sekitar 1.250 tahun lalu. Kota ini dikabarkan sebagai pusat kota pemujaan.

9. Nimrud, Irak

Terletak di utara Irak, kota ini menjadi ibu kota Kerajaan Asiria. Bangsa yang ditakuti pada masanya karena kejam dan haus darah. Selalu menjajah kota-kota di sekitarnya. Asiria muncul di catatan sejarah pada abad-14 sebelum Masehi. Mereka mendominasi wilayah Irak-Iran-Turki dan sekitarnya. Perebutan wilayah dengan negara tetangganya, Babilonia, membuat Nimrud perlahan-lahan ditinggalkan warga sekitar 612 sebelum Masehi. Warga pindah ke kota Nineveh.

10. Persepolis, Iran

Salah satu kota kuno terbesar dan berpengaruh dalam sejarah dunia. Persepolis adalah ibu kota dari Kerajaan Persia. Saking besarnya kerajaan Persia, mereka punya empat ibu kota. Persepolis dibangun pada 520 sebelum Masehi. Kota ini dibangun dengan arsitektur yang megah dan rumit. Dihiasi perak dan emas. Pahatan-pahatan kualitas tinggi ada di tiap tinggalan. Persepolis dan Persia jatuh ditaklukkan Alexander Agung. Ia membakar kota ini hingga rata dengan tanah. Sekarang sisa-sisanya masih bisa dinikmati di Iran.

Source
Selengkapnya(Read More)..

10 Fakta Tentang Indonesia yang mungkin Anda tidak tahu

10 Fakta Tentang Indonesia yang mungkin Anda tidak tahu - Indonesia memang unik, segala unsur di dalamnya menarik untuk dibahas. Inilah 10 fakta tersembunyi tentang Indonesia :

  1. Tiga Presiden RI pertama memiliki bulan lahir yang sama, yaitu bulan Juni. Bung Karno lahir 6 Juni 1901 (Bernama asli Kusno Sosrodihardjo). Pak Soeharto 8 Juni 1921. Sedangkan Pak Habibie 25 Juni 1936.
  2. Istana Merdeka mulai dibangun pada tahun 1873 dan selesai pada tahun 1879. Istana tersebut di rancang oleh arsitek Drossares dengan luas 6,8 hektar dan 16 jumlah anak tangga yang terdapat di bagian depan gedung.
  3. Sebelum digunakan oleh pemerintah Indonesia, Istana Kepresidenan Bogor digunakan sebagai rumah peristirahatn Gubernur Jenderal Belanda. Tercatat 44 orang Gubernur Jenderal Belanda pernah menjadi penghuni istana yang pada masa penjajahan bernama Istana Buitenzorg.
  4. Istana Kepresidenan Tampaksiring merupakan satu-satunya Istana RI yang dibangun setelah Indonesia Merdeka, tepatnya pada tahun 1957.
  5. WR. Soepratman, pencipta lagu kebangsaan wafat pada tgl 17 Agustus 1938. Tepat tujuh tahun sebelum proklamasi kemerdekaan RI dinyatakan.
  6. Lagu "Indonesia Raya" di ciptakan pada tahun 1924 dan dikumandangkan untuk pertama kali pada tanggal 28 Oktober 1928, tepatnya pada penutupan acara Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda.
  7. Mobil dinas Kepresidenan RI yang pertama adalah mobil Buick keluaran tahun 1939 yang digunakan Alm. Bung Karno. Sedangkan Alm. Bung Hatta menggunakan mobil dinas De Soto.
  8. Republik Gabon di Afrika Barat memiliki tanggal kemerdekaan yang sama dengan RI. Bedanya, Gabon merdeka pada tahun 1960.
  9. Rupiah dinyatakan sebagai mata uang nasional RI pada tanggal 2 November 1949.
  10. 21 jumlah dentuman meriam yang dibunyikan untuk menyambut tamu negara yang merupakan kepala negara. Sedangkan untuk menyambut tamu negara yang merupakan kepala pemerintahan di bunyikan 19 kali dentuman meriam.
Source Ditulis oleh Adrian Marnoto, Wednesday, March 20
Selengkapnya(Read More)..

Rabu, 27 Februari 2013

Sejarah Berdirinya Real Madrid




Real Madrid Club de Fútbol (pelafalan dalam bahasa Spanyol: [reˈal maˈðɾið ˈkluβ ðe ˈfutβol]), atau biasa dikenal dengan nama Real Madrid saja, adalah sebuah klub sepak bola profesional yang berbasis di kota Madrid, Spanyol. Didirikan pada 6 Maret 1902 dengan nama Madrid Club de Fútbol, tim ini menggunakan gelar Real (“dari kerajaan”) setelah Raja Alfonso XIII dari Spanyol memberikan izin resmi kepada klub tersebut pada Juni 1920. Real Madrid telah bermain di Divisi Utama Liga Spanyol (Primera División) yang disebut sebagai La Liga sejak awal kompetisi ini dimulai, tahun 1928, dan merupakan klub tersukses di Spanyol berdasarkan jumlah trofi juara yang telah mereka raih.[2] Bersama FC Barcelona dan Athletic Bilbao, klub ini menjadi salah satu klub yang belum pernah terdegradasi ke divisi bawah. Klub ini juga merupakan salah satu klub terbaik abad ke-20 menurut FIFA. Mereka telah meraih 31 gelar La Liga, 18 gelar Copa del Rey, 8 Piala Super Spanyol, 9 gelar Piala Champions/Liga Champions UEFA, 2 Piala UEFA, 1 Piala Super Eropa, dan 3 Piala Interkontinental.

Kostum tradisional Real Madrid adalah putih-putih, sehingga dijuluki Los merengues (Tim putih). Stadion kandangnya adalah Stadion Santiago Bernabéu yang berkapasitas 80.354 penonton. Real Madrid sendiri memiliki rivalitas cukup sengit terutama dengan Barcelona (dikenal sebagai El Clásico) dan klub sekota Atletico Madrid (dikenal sebagai El Derbi madrileño).

Sejak tahun 2000-an, Real Madrid dikenal sebagai tim yang gemar membeli pemain-pemain mahal berkelas dunia, sehingga diberikan julukan baru, yaitu Los Galácticos (tim galaksi). Klub ini juga dikenal sebagai salah satu klub terkaya di dunia, dengan penghasilan sebesar 438,6 juta Euro pada tahun 2011.

* 1 Sejarah
o 1.1 Awal mula (1902—1945)
o 1.2 Era Santiago Bernabeu dan kesuksesan di Eropa (1945—1978)
o 1.3 Naik turun, generasi Quinta del Buitre, dan Piala Eropa ketujuh (1980—2000)
o 1.4 Era saat ini (2000—sekarang)
* 2 Serba-serbi
o 2.1 Lambang dan kostum
o 2.2 Stadion
o 2.3 Pendukung
* 3 Rivalitas
o 3.1 El Clásico
o 3.2 El Derbi madrileño
* 4 Pemain
o 4.1 Skuat utama
o 4.2 Pemain tambahan
o 4.3 Dipinjamkan
* 5 Manajemen tim
o 5.1 Staf kepelatihan dan teknis
o 5.2 Staf manajerial
* 6 Prestasi
o 6.1 Gelar domestik
o 6.2 Gelar Eropa
o 6.3 Gelar dunia
* 7 Real Madrid dalam bisnis
* 8 Real Madrid dalam budaya populer
* 9 Catatan kaki
* 10 Bacaan lebih lanjut
* 11 Pranala luar

Sejarah
Awal mula (1902—1945)
Foto bersejarah Real Madrid pada musim 1905—1906.

Awal mula Real Madrid dimulai saat sepak bola diperkenalkan ke Madrid oleh para akademisi dan mahasiswa dari Institución libre de enseñanza yang di dalamnya termasuk beberapa lulusan dari Universitas Oxford dan Universitas Cambridge. Mereka mendirikan Football Club Sky pada 1897 yang kemudian kerap bermain sepak bola secara rutin pada hari Minggu pagi di Moncloa. Klub ini kemudian terpecah menjadi dua pada tahun 1900, yaitu: New Foot-Ball de Madrid dan Club Español de Madrid.[5] Klub terakhir terpecah lagi pada tahun 1902 yang kemudian menghasilkan pembentukan Madrid Football Club pada tanggal 6 Maret 1902.[1] Tiga tahun setelah berdirinya, pada tahun 1905, Madrid FC merebut gelar pertama setelah mengalahkan Athletic Bilbao pada final Copa del Rey. Klub ini menjadi salah satu anggota pendiri dari Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol pada 4 Januari 1909 ketika presiden klub Adolfo Meléndez menandatangani perjanjian dasar pendirian Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol. Dengan beberapa alasan, klub ini kemudian pindah ke Campo de O’Donnell pada tahun 1912.[6] Pada tahun 1920, nama klub diubah menjadi Real Madrid setelah Alfonso XIII dari Spanyol memperbolehkan klub menggunakan kata Real—yang berarti kerajaan—kepada klub ini.[7]

Pada tahun 1929, Liga Spanyol didirikan. Real Madrid memimpin musim pertama liga sampai pertandingan terakhir, namun saat itu secara mengejutkan mereka kalah oleh Athletic Bilbao yang menyebabkan gelar yang sudah hampir pasti diraih, direbut oleh Barcelona.[8] Real Madrid akhirnya berhasil memenangkan gelar La Liga pertama mereka pada musim 1931—32. Real kemudian berhasil mempertahankan gelarnya pada tahun selanjutnya dan sukses menjadi klub Spanyol pertama yang menjuarai La Liga dua kali berturut-turut.[9]
[sunting] Era Santiago Bernabeu dan kesuksesan di Eropa (1945—1978)
Santiago Bernabéu Yeste, presiden tersukses dalam sejarah Real Madrid.

Santiago Bernabéu Yeste terpilih menjadi presiden Real Madrid tahun 1943.[10][11] Di bawah kepemimpinannya, Real Madrid kemudian berhasil membangun Stadion Santiago Bernabéu dan tempat berlatih klub di Ciudad Deportiva yang sebelumnya sempat rusak akibat Perang Saudara Spanyol. Pada 1953, Bernabeu kemudian mulai membangun tim dengan cara mendatangkan pemain-pemain asing, salah satunya adalah Alfredo Di Stéfano.[12]

Pada tahun 1955, berdasar dari ide yang diusulkan oleh jurnalis olahraga Perancis dan editor dari L’Equipe, Gabriel Hanot, Bernabéu, Bedrignan, dan Gusztáv Sebes menciptakan sebuah turnamen sepak bola percobaan dengan mengundang klub-klub terbaik dari seluruh daratan Eropa. Turnamen ini kemudian menjadi dasar dari Liga Champions UEFA yang berlangsung saat ini.[13] Di bawah bimbingan Bernabéu, Real Madrid memantapkan dirinya sebagai kekuatan utama dalam sepak bola, baik di Spanyol maupun di Eropa. Real Madrid memenangkan Piala Eropa lima kali berturut-turut antara tahun 1956 dan 1960, di antaranya kemenangan 7–3 atas klub Jerman, Eintracht Frankfurt pada tahun 1960.[12] Setelah kelima berturut-turut sukses, Real secara permanen diberikan piala asli turnamen dan mendapatkan hak untuk memakai lencana kehormatan UEFA.[14] Real Madrid kemudian memenangkan Piala Eropa untuk keenam kalinya pada tahun 1966 setelah mengalahkan FK Partizan 2–1 pada pertandingan final dengan komposisi tim yang seluruhnya terdiri dari pemain berkebangsaan Spanyol, sekaligus menjadi pertama kalinya dalam sejarah pertandingan Eropa.[15] Tim ini kemudian dikenal lewat julukan “Ye-ye”. Nama “Ye-ye” berasal dari “Yeah, yeah, yeah” chorus dalam lagu The Beatles berjudul “She Loves You” setelah empat anggota tim berpose untuk harian Diario Marca mengenakan wig khas The Beatles. Generasi “Ye-ye” juga berhasil menjadi juara kedua Piala Champions pada tahun 1962 dan 1964.[15]

Pada 1970-an, Real Madrid memenangi kejuaraan liga sebanyak 5 kali disertai 3 kali juara Piala Spanyol.[16] Madrid kemudian bermain pada final Piala Winners UEFA pertamanya pada tahun 1971 dan kalah dengan skor 1–2 dari klub Inggris, Chelsea.[17] Pada tanggal 2 Juli 1978, presiden klub Santiago Bernabéu meninggal ketika Piala Dunia FIFA sedang berlangsung di Argentina. FIFA kemudian menetapkan tiga hari berkabung untuk menghormati dirinya selama turnamen berlangsung.[18] Tahun berikutnya, klub mengadakan Kejuaraan Trofi Santiago Bernabéu sebagai bentuk penghormatan pada mantan presidennya tersebut.
[sunting] Naik turun, generasi Quinta del Buitre, dan Piala Eropa ketujuh (1980—2000)

Pada awal 1980-an, Real Madrid seperti kehilangan cengkeramannya di La Liga dan mereka membutuhkan waktu beberapa tahun untuk bisa kembali lagi menuju ke atas melalui bantuan beberapa bintang baru. Keberhasilan para bintang baru tersebut kemudian disebut oleh jurnalis olahraga Spanyol sebagai era generasi La Quinta del Buitre (“Lima Burung Nazar”), yang berasal dari nama el buitre (“burung nazar”), julukan yang diberikan kepada salah satu pemain Madrid saat itu, Emilio Butragueño. Anggota lainnya adalah Manuel Sanchís, Rafael Martín Vázquez, Miguel Pardeza, dan Míchel. Dengan La Quinta del Buitre (kemudian berkurang menjadi empat anggota ketika Miguel Pardeza meninggalkan klub dan pindah ke Real Zaragoza pada 1986) dan pemain terkenal seperti penjaga gawang Francisco Buyo, bek kanan Miguel Porlán Chendo, dan penyerang Meksiko Hugo Sanchez, Real Madrid berhasil bangkit dan memiliki kekuatan terbaik di daratan Spanyol dan Eropa pada paruh kedua tahun 1980-an. Hasilnya juga cukup signifikan: mereka berhasil memenangkan dua Piala UEFA, lima gelar Liga Spanyol berturut-turut, satu Piala Spanyol, dan tiga Piala Super Spanyol. Pada awal 1990-an, La Quinta del Buitre resmi berpisah setelah Rafael Martín Vázquez, Emilio Butragueno, dan Míchel meninggalkan klub.

Pada tahun 1996, Presiden Lorenzo Sanz menunjuk Fabio Capello sebagai pelatih. Meskipun masa jabatannya hanya berlangsung satu musim, Real Madrid berhasil menjadi juara La Liga lewat kontribusi Roberto Carlos, Predrag Mijatović, Davor Šuker, dan Clarence Seedorf yang membantu para pemain lokal seperti Raul Gonzalez, Fernando Hierro, Iván Zamorano, dan Fernando Redondo. Real Madrid kemudian menambah amunisi dengan kedatangan Fernando Morientes pada tahun 1997. Penantian mereka selama 32 tahun untuk bisa berjaya lagi di Eropa akhirnya berakhir pada tahun 1998 di bawah manajer Jupp Heynckes saat berhasil lolos ke Final Liga Champions UEFA dan mengalahkan Juventus dengan skor 1–0 berkat gol dari Predrag Mijatović.
[sunting] Era saat ini (2000—sekarang)
Para pemain Real Madrid di tahun 2007.

Beberapa bulan usai meraih gelar Eropa kedelapannya, Real Madrid memilih presiden yang baru pada Juli 2000 dan yang terpilih adalah pengusaha Spanyol, Florentino Pérez.[19] Dalam kampanyenya ia berjanji untuk menghapus utang klub dan memodernisasi fasilitas klub. Namun janji utamanya yang mendorong Pérez kepada kemenangan saat pemilihan adalah pembelian Luís Figo dari seteru abadi Madrid, yaitu Barcelona.[20] Tahun berikutnya, klub membangun kamp pelatihan yang baru dan menggunakan uang yang mereka dapat dari tahun sebelumnya untuk memulai perekrutan pemain bintang—yang oleh jurnalis Spanyol disebut sebagai “Los Galácticos”—dengan mengontrak pemain-pemain seperti Zinédine Zidane, Ronaldo, Luís Figo, Roberto Carlos, Raúl González, dan David Beckham. Sempat menjadi perdebatan ketika pemain-pemain yang dibeli oleh Perez gagal menunjang prestasi klub, namun berhasil tertutupi oleh gelar Liga Champions kesembilan Madrid pada tahun 2002 yang disusul gelar Piala Interkontinental pada tahun yang sama dan diakhiri gelar La Liga pada tahun 2003. Namun sejak 2003 sampai 2006, sekalipun diisi barisan pemain bintang, klub gagal meraih satupun piala.[21]

Ramón Calderón kemudian terpilih sebagai presiden klub pada 2 Juli 2006 dan kemudian ia mengangkat Fabio Capello sebagai pelatih baru dan Predrag Mijatović sebagai direktur sepak bola yang baru. Real Madrid memenangkan gelar La Liga pada tahun 2007 untuk pertama kalinya dalam empat tahun. Tetapi hanya beberapa saat usai memenangi gelar tersebut, Capello langsung dipecat.[22] Pada musim 2007—2008, Real Madrid memenangkan liga domestik ke-31 kalinya di bawah asuhan pelatih Jerman, Bernd Schuster.[23] Pada tanggal 1 Juni 2009, Florentino Pérez kembali menjadi presiden Real Madrid dan bertahan sampai saat ini.[24][25] Pérez melanjutkan tradisinya mengontrak pemain bintang dengan membeli Kaká dari AC Milan[26] dan kemudian membeli Cristiano Ronaldo dari Manchester United yang memecahkan rekor transfer dengan harga 80 juta pound sterling.
[sunting] Serba-serbi
[sunting] Lambang dan kostum
Lambang Real Madrid dari masa ke masa.

Lambang klub pertama Real Madrid adalah desain sederhana dengan sebuah jalinan dekoratif dan tiga huruf kapital yang dituliskan sebagai “MCF” yang merupakan singkatan dari Madrid Club de Futbol yang dibalut warna biru gelap dalam kostum warna putih. Perubahan pertama lambang klub terjadi pada tahun 1908, ketika mereka mengadopsi bentuk yang lebih ramping dan penempatan huruf inisial klub di dalam lingkaran.[27] Perubahan berikutnya dari logo kemudian tidak terjadi sampai Pedro Parages menjadi presiden klub pada tahun 1920. Pada saat itu, Raja Alfonso XIII memberikan nama tambahan bagi Madrid, yaitu “Real” yang diterjemahkan secara bebas sebagai “Kerajaan” yang kemudian membuat klub dikenal dengan nama “Real Madrid”.[28] Sebagai perubahannya, mahkota simbol kerajaan dari Alfonso ditambahkan ke bagian atas logo dan kemudian menjadi gaya tersendiri dari klub Real Madrid Club de Futbol.[27] Seiring pembubaran monarki pada tahun 1931, semua simbol-simbol kerajaan (mahkota di bagian atas logo dan kata-kata Real) dihilangkan. Mahkota kemudian digantikan oleh strip murbei gelap yang mencirikan Region Castile.[9] Pada tahun 1941—dua tahun setelah berakhirnya Perang Saudara Spanyol—simbol dan tulisan “Corona Real” atau “Royal Crown” yang sempat dihilangkan, dipulihkan dan dipadukan dengan garis murbei Castile.[11] Selain itu di bagian atas logo juga dibuat penuh warna, dengan warna emas yang paling signifikan, dan klub ini kembali disebut Real Madrid Club de Futbol.[27] Modifikasi terbaru di bagian atas logo terjadi pada tahun 2001 ketika klub ingin lebih menonjolan citra untuk abad ke-21 dengan menstandarkan bagian atas logonya. Salah satu modifikasi yang dilakukan adalah mengubah garis murbei biru tua dengan warna biru yang agak cerah.[27]

Warna tradisional kostum Real Madrid untuk pertandingan kandang adalah putih, meskipun awalnya mengadopsi garis miring biru di kaus mereka (desain itu disimpan di logo klub), tetapi sekarang ini desain tersebut tidak dipakai lagi. Kaus kaki pertama yang dipakai berwarna biru gelap.[8][29] Kaus bergaris biru kemudian digantikan oleh kaus polos berwarna putih yang mengadopsi model dari klub Corinthian F.C. pada tahun 1902.[30] Pada tahun yang sama, kaus kaki biru diganti dengan warna hitam. Pada awal 1940-an, manajemen tim mengganti model kostum mereka dengan menambahkan kancing pada kaus mereka dan penempatan logo klub di sebelah kiri yang bertahan sampai saat ini. Pada 23 November 1947, dalam pertandingan melawan Atletico Madrid di Stadion Metropolitan, Real Madrid menjadi tim Spanyol pertama yang mengenakan kaus bernomor.[11] Sementara, warna tradisional kostum Real Madrid untuk pertandingan tandang adalah hitam atau terkadang ungu.

Perlengkapan klub saat ini diproduksi oleh Adidas yang kontraknya dimulai sejak tahun 1998.[31][32] Kaus pertama Real Madrid disponsori oleh Zanussi, yang disepakati untuk musim 1982—1983, 1983—1984, dan 1984—1985. Setelah itu, Real Madrid disponsori oleh Parmalat dan Otaysa, sebelum kontrak jangka panjang dijalin bersama Teka pada tahun 1992.[33][34] Pada tahun 2001, Real Madrid mengakhiri kontrak mereka dengan Teka dan untuk satu musim digunakan logo Realmadrid.com untuk mempromosikan situs web resmi klub. Kemudian, pada tahun 2002, mereka megadakan kesepakatan yang ditandatangani dengan Siemens Mobile dan pada tahun 2006, logo BenQ Siemens muncul di kaus klub.[35] Sponsor di kaus klub Real Madrid saat ini adalah bwin.com menyusul masalah keuangan yang dialami BenQ Siemens.[36][37]
Periode Pemasok kostum Sponsor di kaus
1980—1982 Adidas Tidak ada
1982—1985 Zanussi
1985—1989 Hummel Parmalat
1989—1991 Reny Picot
1991—1992 Otaysa
1992—1994 Teka
1994—1998 Kelme
1998—2001 Adidas
2001—2002 Tidak ada
2002—2005 Siemens mobile
2005—2006 Siemens
2006—2007 BenQ Siemens
2007—kini bwin.com

Stadion
Stadion Santiago Bernabéu
Stadion Santiago Bernabéu
UEFA Nuvola apps mozilla.pngNuvola apps mozilla.pngNuvola apps mozilla.pngNuvola apps mozilla.pngNuvola apps mozilla.png
Nama lama Stadion Chamartín (1947—1955)
Lokasi Avenida de Concha Espina 1, E28036,
Madrid, Spanyol
Mulai pembangunan 27 Oktober 1944 (1944-10-27)
Dibuka 14 Desember 1947 (1947-12-14)
Direnovasi 1982, 2001
Diperbesar 1953, 1992, 1994, 2011
Pemilik Real Madrid
Permukaan Desso GrassMaster
Biaya pembuatan 288.342.653 Peseta
(€ 1.732.943)
Arsitek Manuel Muñoz Monasterio, Luis Alemany Soler; Antonio Lamela (perluasan)
Kapasitas 81.254 (stadion), 4.200 (suite)
Rekor kehadiran 120.000 orang
(Real Madrid–Fiorentina, 30 Mei 1957)
Ukuran lapangan 105 m × 68 m
Pemakai
Real Madrid (1947—kini)
Spanyol (1947—kini)

Setelah pindah kandang ke Campo de O’Donnell pada tahun 1912—yang kemudian bertahan untuk sebelas tahun—[6] klub kemudian pindah kandang ke Campo de Ciudad Lineal selama setahun. Campo de Ciudad Lineal merupakan sebuah tanah kecil dengan kapasitas 8.000 penonton. Setelah itu, Real Madrid pindah kandang ke Stadion Chamartín yang diresmikan pada tanggal 17 Mei 1923 dengan pertandingan melawan Newcastle United.[38] Pada stadion yang memiliki kapasitas 22.500 penonton ini, Real Madrid merayakan gelar Liga Spanyol-nya yang pertama.[8] Setelah beberapa keberhasilan dan seiring terpilihnya Santiago Bernabéu Yeste sebagai presiden klub, ia kemudian memutuskan bahwa Stadion Chamartín tidak cukup besar untuk ambisi klub sebesar Madrid. Ia kemudian membangun sebuah stadion baru yang kemudian diresmikan pada tanggal 14 Desember 1947.[11][39] Stadion tersebut adalah Stadion Santiago Bernabéu yang dipakai sampai saat ini, meskipun stadion ini tidak memakai nama tersebut sampai tahun 1955.[12] Pertandingan pertama yang diadakan di Bernabéu dimainkan antara Real Madrid dan klub Portugal C.F. Os Belenenses, dan dimenangkan oleh Real Madrid dengan skor akhir 3–1, dan gol pertama dicetak oleh Sabino Barinaga Alberdi.[11]

Kapasitas stadion kemudian berubah pada 1953, seiring renovasi yang dilakukan, sehingga membuat kapasitas penonton memuncak menjadi 120.000 penonton.[40][41] Sejak itu beberapa modernisasi dilakukan pada stadion, salah satunya meniadakan tempat menonton berdiri pada 1998–1999 seiring peraturan UEFA.[40] Perubahan terakhir dilakukan pada tahun 2003, yaitu peningkatan sekitar lima ribu kursi sehingga kapasitas stadion menjadi 81.254. Sebuah rencana untuk menambahkan atap yang dapat dibuka juga telah diumumkan kepada publik.[42]

Stadion Bernabéu telah menyelenggarakan beberapa pertandingan kelas dunia, di antaranya Final Piala Negara Eropa 1964, Final Piala Dunia FIFA 1982, serta Final Piala Eropa/Liga Champions UEFA tahun 1957, 1969, 1980, dan 2010.[43] Stadion ini juga memiliki jaringan transportasi sendiri, yaitu sebuah stasiun metro yang juga dinamai Santiago Bernabéu.[44] Pada tanggal 14 November 2007, Stadion Bernabéu mendapatkan status sebagai Stadion Elite UEFA.[45]

Pada tanggal 9 Mei 2006, Stadion Alfredo Di Stéfano diresmikan di Madrid di mana Real Madrid kini biasa berlatih. Pertandingan perdana yang dimainkan di sana adalah antara Real Madrid dan Stade de Reims, sebuah pertandingan ulangan dari Final Piala Eropa 1956. Real Madrid memenangkan pertandingan dengan skor 6–1 dengan gol dari Sergio Ramos, Antonio Cassano (2), Roberto Soldado (2), dan José Manuel Jurado. Tempat ini sekarang merupakan bagian dari Ciudad Real Madrid, fasilitas pelatihan baru klub yang berlokasi di luar Madrid, tepatnya di Valdebebas. Stadion ini menampung 5.000 orang, dan menjadi kandang dari klub Real Madrid Castilla. Nama stadion ini diambil dari mantan bintang Real Madrid, Alfredo Di Stéfano.[46]

Pendukung

Hampir pada setiap musimnya, penonton yang datang memenuhi Stadion Santiago Bernabéu mayoritas diisi oleh para pemegang tiket langganan yang jumlah totalnya sekitar 68.670 orang.[47] Untuk menjadi pemegang tiket langganan per musim ini, para calon harus bergabung ke pendukung klub resmi atau biasa disebut socio. Saat ini sekurang-kurangnya ada 1.800 kelompok pendukung resmi klub yang tersebar, baik di Spanyol atau di Dunia. Jumlah rata-rata penonton di stadion setiap kali Real Madrid bertanding kandang sekitar 65.000 orang. Pencapaian terbaik diraih pada musim 2004—05, saat jumlah rata-rata penonton yang hadir mencapai 71.900 orang. Namun, rekor ini kalah dari Barcelona yang memiliki rata-rata mencapai 76.000 orang.

Pendukung garis keras Real Madrid disebut Ultras Sur yang termasuk penggemar sayap kanan. Kelompok penggemar ini memiliki aliansi kemitraan yang dekat dengan kelompok pendukung S.S. Lazio yang disebut Irriducibili. Dalam beberapa kesempatan, sering kali terdapat sejumlah ucapan rasis dari kelompok pendukung ini kepada pihak pemain dari tim lawan yang kemudian membuat UEFA sempat melakukan investigasi untuk menyelidiki kasus ini.[48][49]

Rivalitas
El Clásico

El Clásico yang terjadi pada musim 2008—2009.
Dalam sebuah liga nasional di suatu negara, sering terdapat persaingan sengit antara dua tim terkuat, dan ini terutama terjadi di La Liga, di mana pertandingan antara Real Madrid dan Barcelona dikenal sebagai “Pertemuan Klasik” (El Clásico). Sejak awal kompetisi nasional dimulai, kedua klub sering dipandang sebagai pencerminan/wakil dari dua daerah berbeda di Spanyol: Catalunya dan Castilla, serta dari dua kota. Persaingan ini mencerminkan berbagai hal, termasuk ketegangan politik dan budaya antara Catalunya dan Castilla yang merupakan gambaran umum dari Perang Saudara Spanyol.[50]

Selama era kediktatoran Miguel Primo de Rivera dan terutama Francisco Franco (1939—1975), semua budaya regional ditekan. Semua bahasa daerah yang dipakai di wilayah Spanyol, kecuali bahasa Spanyol (Castilla), secara resmi dilarang.[51][52] Simbolisasi keinginan rakyat untuk kebebasan Catalunya membuat Barcelona menjadi “lebih dari sekadar klub sepak bola” (més que un club) untuk masyarakat Catalan. Menurut Manuel Vázquez Montalbán, cara terbaik untuk orang Catalan untuk menunjukkan identitas mereka adalah dengan bergabung dengan Barcelona. Hal ini lebih kecil risikonya daripada bergabung dengan gerakan anti-Franco, dan memungkinkan mereka untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka.[53]

Di sisi lain, Real Madrid secara luas dilihat sebagai perwujudan dari sentralisme berdaulat dan rezim fasis di tingkat manajemen dan di bawahnya. Santiago Bernabeu yang menjadi presiden klub merupakan seorang pejuang untuk los nacionales.[54][55] Namun, selama Perang Saudara Spanyol, anggota kedua klub seperti Josep Sunyol (Barcelona) dan Rafael Sánchez Guerra (Real Madrid) menyerah di tangan para pendukung Franco.

Selama tahun 1950, persaingan tersebut memburuk saat ada kontroversi seputar transfer Alfredo Di Stéfano, yang akhirnya bermain untuk Real Madrid dan merupakan kunci kesuksesan mereka berikutnya.[56] Pada era 1960-an, kedua klub kemudian bertemu pada Piala Champions lebih dari dua kali[57] dan pada tahun 2002, pertemuan antara klub Eropa dijuluki sebagai “Pertandingan Abad Ini” oleh media Spanyol, dan disaksikan oleh lebih dari 500 juta orang di seluruh dunia.[58]
[sunting] El Derbi madrileño
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: El Derbi madrileño
Pendukung Real Madrid dalam El Derbi madrileño tahun 2006 di Stadion Santiago Bernabéu.

Klub tetangga terdekat dari Real Madrid adalah Atletico Madrid yang juga membuat persaingan ketat antara penggemar kedua tim sepak bola dari ibu kota Madrid tersebut. Meskipun Atlético awalnya didirikan oleh tiga mahasiswa Basque pada tahun 1903, mereka kemudian berhasil mendapatkan kekuatan baru pada 1904, seiring bergabungnya para mantan pemain Real Madrid. Ketegangan lebih lanjut datang karena pendukung Real Madrid lebih banyak dari kelas menengah, sementara pendukung Atletico lebih banyak dari kelas buruh dan pekerja. Kedua klub ini kemudian bertemu untuk pertama kalinya pada 21 Februari 1929 dalam pertandingan ketiga La Liga dalam musim tersebut. Pertandingan ini sekaligus juga menandai pertandingan derbi pertama antara dua tim ini. Pada pertandingan tersebut Real Madrid berhasil menang dengan skor 2–1.[8] Dalam beberapa kesempatan selanjutnya, mereka kembali bertemu dalam ajang lain, salah satunya dalam semifinal Piala Champions tahun 1959, di mana Real yang memenangkan pertandingan pertama dengan skor 2–1 di Santiago Bernabéu dan dibalas kemenangan 1–0 Atletico di Metropolitano yang membuat pertandingan harus diulang. Dalam pertandingan ulangan itulah, Real Madrid berhasil menang dengan skor 2–1. Atletico kemudian berhasil melakukan balas dendam dengan dua kali mengalahkan Real Madrid dalam Copa del Generalísimo tahun 1960 dan 1961 saat dilatih oleh mantan pelatih Real Madrid, José Villalonga Llorente. Real Madrid telah memenangkan El Derbi madrileño sebanyak 75 kali.

Antara 1961 dan 1989, ketika Real Madrid mendominasi La Liga, hanya Atletico yang mampu mencuri kesempatan juara pada saat Real lengah. Mereka berhasil memenangkan gelar La Liga pada tahun 1966, 1970, 1973, dan 1977. Pada tahun 1965, Atletico menjadi tim pertama yang mengalahkan Real di Bernabéu dalam kurun waktu delapan tahun. Catatan Real Madrid melawan Atletico pada masa sekarang sangat menguntungkan bagi kubu Real Madrid.[59] Kemenangan mengesankan dalam derbi ini terjadi pada musim 2002—03, ketika Real Madrid merebut gelar La Liga setelah menang dengan skor 0–4 atas Atletico di Stadion Vicente Calderón.[60]
[sunting] Pemain
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Daftar pemain Real Madrid C.F.
Untuk daftar seluruh mantan pemain dan pemain saat ini dengan sebuah artikel Wikipedia, lihat Kategori:Pemain Real Madrid.

Tim-tim Spanyol dibatasi untuk memiliki tiga pemain tanpa kewarganegaraan Uni Eropa. Skuat berikut hanya memasukkan kewarganegaraan utama dari setiap pemain; beberapa pemain non-Eropa dalam skuat memiliki kewarganegaraan ganda dengan sebuah negara anggota Uni Eropa. Juga, para pemain dari negara-negara anggota ACP—negara-negara di Afrika, Karibia, dan Pasifik yang menandatangani Persetujuan Cotonou—tidak dihitung untuk kuota non-Uni Eropa berdasarkan Hukum Kolplak.
Skuat utama

Per 4 Agustus 2011.[61]

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No. Pos. Nama
1 Bendera Spanyol GK Iker Casillas Kapten
2 Bendera Portugal DF Ricardo Carvalho
3 Bendera Portugal DF Pepe
4 Bendera Spanyol DF Sergio Ramos (wakil kapten)
5 Bendera Turki MF Nuri Şahin
6 Bendera Jerman MF Sami Khedira
7 Bendera Portugal FW Cristiano Ronaldo
8 Bendera Brasil MF Kaká
9 Bendera Perancis FW Karim Benzema
10 Bendera Jerman MF Mesut Özil
11 Bendera Spanyol MF Esteban Granero
12 Bendera Brasil DF Marcelo (wakil kapten)

No. Pos. Nama
13 Bendera Spanyol GK Antonio Adán
14 Bendera Spanyol MF Xabi Alonso
15 Bendera Portugal DF Fábio Coentrão
16 Bendera Turki MF Hamit Altıntop
17 Bendera Spanyol DF Álvaro Arbeloa
18 Bendera Spanyol DF Raúl Albiol
19 Bendera Perancis DF Raphaël Varane
20 Bendera Argentina FW Gonzalo Higuaín
21 Bendera Spanyol MF José Callejón
22 Bendera Argentina MF Ángel di María
24 Bendera Perancis MF Lassana Diarra
[sunting] Pemain tambahan

Pemain tambahan berikut didaftarakan hanya untuk Liga Champions UEFA.

Per 2 September 2011.[62]

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No. Pos. Nama
23 Bendera Portugal DF Pedro Mendes
25 Bendera Spanyol GK Tomás
26 Bendera Spanyol FW Álvaro Morata
27 Bendera Spanyol DF Nacho
28 Bendera Spanyol FW Jesé
29 Bendera Spanyol FW Joselu

No. Pos. Nama
30 Bendera Spanyol MF Álex Fernández
31 Bendera Spanyol GK Fernando Pacheco
32 Bendera Spanyol DF Dani Carvajal
33 Bendera Spanyol FW Óscar Plano
34 Bendera Rusia MF Denis
36 Bendera Spanyol MF Lucas Vázquez
[sunting] Dipinjamkan

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No. Pos. Nama
— Bendera Spanyol MF Sergio Canales (ke Valencia)
— Bendera Belanda MF Royston Drenthe (ke Everton)
— Bendera Argentina MF Fernando Gago (ke Roma)

No. Pos. Nama
— Bendera Spanyol DF David Mateos (ke Zaragoza)
— Bendera Spanyol MF Pedro León (ke Getafe)
[sunting] Manajemen tim
[sunting] Staf kepelatihan dan teknis
José Mourinho, pelatih klub saat ini.

Per 4 Agustus 2011.[61]

Posisi Nama
Pelatih kepala Bendera Portugal José Mourinho
Asisten pelatih Bendera Spanyol Aitor Karanka
Pelatih kebugaran Bendera Portugal Rui Faria
Pelatih kiper Bendera Portugal Silvino Louro
Asisten teknis Bendera Portugal José Morais
Delegasi pertandingan Bendera Spanyol Chendo
[sunting] Staf manajerial
Florentino Pérez, presiden klub saat ini.
Posisi Nama
Presiden Florentino Pérez
Presiden kehormatan Alfredo Di Stéfano
Wakil presiden 1 Fernando Fernández Tapias
Wakil presiden 2 Eduardo Fernández de Blas
Sekretaris umum Enrique Sánchez González
Direktur umum José Ángel Sánchez
Direktur kepresidenan Manuel Redondo
Direktur sosial José Luis Sánchez
[sunting] Prestasi

Real Madrid merupakan klub tersukses dalam sejarah sepak bola Spanyol menurut jumlah gelar juara yang telah mereka dapatkan,[63] dengan memenangi 31 kali gelar juara La Liga dan 9 kali juara Piala Champions/Liga Champions UEFA. Klub ini juga menerima penghargaan Klub Terbaik Abad ke-20 menurut FIFA pada 23 Desember 2000.[64] Selain itu, Madrid juga berhasil menerima FIFA Order of Merit pada tahun 2004.[65] Sebagai juara 9 kali Liga Champions, Real Madrid diperkenankan untuk mengenakan lencana kehormatan (badge of honours) pada kaus mereka ketika mereka bertanding pada pertandingan Liga Champions.[14]
[sunting] Gelar domestik

* Liga trophy (adjusted).png La Liga[66]

Juara (31): 1931–32, 1932–33, 1953–54, 1954–55, 1956–57, 1957–58, 1960–61, 1961–62, 1962–63, 1963–64, 1964–65, 1966–67, 1967–68, 1968–69, 1971–72, 1974–75, 1975–76, 1977–78, 1978–79, 1979–80, 1985–86, 1986–87, 1987–88, 1988–89, 1989–90, 1994–95, 1996–97, 2000–01, 2002–03, 2006–07, 2007–08
Peringkat kedua (20): 1929, 1933–34, 1934–35, 1935–36, 1941–42, 1944–45, 1958–59, 1959–60, 1965–66, 1980–81, 1982–83, 1983–84, 1991–92, 1992–93, 1998–99, 2004–05, 2005–06, 2008–09, 2009–10, 2010–11

* Coppadelre.png Copa del Rey[67]

Juara (18): 1905, 1906, 1907, 1908, 1917, 1934, 1936, 1946, 1947, 1962, 1970, 1973–74, 1974–75, 1980, 1981–82, 1988–89, 1992–93, 2010–11
Juara kedua (19): 1903, 1916, 1918, 1924, 1929, 1930, 1933, 1940, 1943, 1958, 1960, 1961, 1968, 1978–79, 1982–83, 1989–90, 1991–92, 2001–02, 2003–04

* RFEF – Supercopa de España.svg Piala Super Spanyol[68]

Juara (8): 1988, 1989*, 1990, 1993, 1997, 2001, 2003, 2008
Juara kedua (4): 1982, 1995, 2007, 2011
(* Memenangi Copa del Rey dan La Liga)

* Copa Eva Duarte (pendahulu Piala Super Spanyol)[69]

Juara (1): 1947

* Copa de la Liga[70]

Juara (1): 1985
Juara kedua (1): 1983

[sunting] Gelar Eropa

* Coppacampionivecchia.png Piala Champions/Liga Champions Eropa[71]

Juara (9): 1955–56*, 1956–57, 1957–58, 1958–59, 1959–60, 1965–66, 1997–98, 1999–2000, 2001–02
Juara kedua (3): 1961–62, 1963–64, 1980–81
(* Juara untuk kali pertama dalam sejarah)

* Piala UEFA/Liga Eropa UEFA[72]

Juara (2): 1984–85, 1985–86

* Coppacoppe.png Piala Winners UEFA[73]

Juara kedua (2): 1970–71, 1982–83

* Piala Super UEFA[74]

Juara (1): 2002
Juara kedua (2): 1998, 2000

[sunting] Gelar dunia

* FIFA Club World Cup.svg Piala Interkontinental (pendahulu Piala Dunia Antarklub FIFA)[75]

Juara (3): 1960, 1998, 2002
Juara kedua (2): 1966, 2000

[sunting] Real Madrid dalam bisnis
Cristiano Ronaldo, salah satu aset termahal yang dimiliki Real Madrid.

Di bawah kepemimpinan pertama presiden Florentino Pérez (2000—2006), Real Madrid berkembang dan memulai ambisi untuk menjadi sebuah klub sepak bola terkaya di dunia sepak bola profesional.[76] Klub kemudian menjual tempat pelatihan mereka di kota Madrid pada tahun 2001 kepada empat perusahaan, yaitu: Repsol YPF, Mutua Automovilística de Madrid, Sacyr Vallehermoso dan OHL. Penjualan tersebut terbilang berhasil dan keuangan klub menjadi sehat seiring habisnya utang yang membebani mereka selama ini dan sekaligus pula membuka jalan untuk membeli pemain-pemain kelas dunia yang paling mahal seperti Zinedine Zidane, Luís Figo, Ronaldo dan David Beckham. Kota Madrid sebelumnya sempat merencanakan merelokasi tempat latihan klub yang kemudian membuat nilai jual tanah milik klub menjadi tinggi.[21] Komisi Uni Eropa kemudian mengadakan penyelidikan kepada pemerintah kota Madrid terkait subsidi kepada negara yang harusnya ada dari bisnis jual beli ini.[77]

Penjualan tanah bangunan kamp pelatihan untuk membersihkan utang Real Madrid sebesar 270 miliar Euro dan memungkinkan klub untuk memulai belanja pemain mahal sebelumnya belum pernah terjadi dalam sejarah Real. Selain itu keuntungan dari penjualan tersebut kemudian digunakan untuk membuat sebuah kamp pelatihan baru yang letaknya ada di pinggir kota.[78] Walaupun kebijakan Pérez yang menghasilkan kesuksesan keuangan meningkat dari eksploitasi pemasaran klub yang tinggi di seluruh dunia, terutama di Asia, namun ia kerap kali dikritik karena terlalu fokus pada pemasaran tim yang akhirnya berujung pada buruknya prestasi tim.

Pada September 2007, Real Madrid dianggap sebagai klub paling berharga dalam sepak bola Eropa oleh BBDO.[79] Pada tahun 2008, Real kemudian menjadi klub paling berharga kedua di sepak bola, dengan nilai 951 juta Euro (640 juta pound sterling / 1,2 miliar dollar),[80] hanya kalah tipis dari Manchester United, yang bernilai 1,3 miliar Euro (900 juta pound sterling).[81] Pada tahun 2010, Real Madrid memiliki omset tertinggi dalam bisnis sepak bola di seluruh dunia.[82] Pada bulan September 2009, manajemen Real Madrid mengumumkan rencana untuk membuka taman publik yang akan diluncurkan di 2013.[83]

Sebuah studi di Universitas Harvard menyimpulkan bahwa Real Madrid “adalah salah satu dari 20 merek yang paling penting dan satu-satunya di mana eksekutif perusahaan bersama para pemain terkenal. Kami memiliki beberapa tokoh yang spektakuler dalam hal untuk mendukung seluruh dunia klub. Ada adalah 287 juta orang di seluruh dunia yang diperkirakan menjadi penggemar Real Madrid.”[84]

Pada tahun 2010, penilaian Forbes menempatkan Real Madrid berada di posisi kedua klub terkaya sekitar 992 juta Euro (1.323 juta dollar AS), masih dibawah setelah Manchester United, berdasarkan angka dari musim 2008-09.[85][86] Menurut Deloitte, Real Madrid memiliki pendapatan tercatat sebesar 401 juta Euro pada periode yang sama yang membuat mereka menduduki peringkat pertama.[87]

Bersama dengan FC Barcelona, ​​Athletic Bilbao, dan Osasuna, Real Madrid kini menjadi sebuah perusahaan terdaftar. Berbeda dengan perusahaan terbatas (PT), seseorang tidak mungkin untuk membeli saham klub tetapi hanya boleh menjadi anggota pemodal saja.[88] Para anggota pemodal Real Madrid, disebut socios, membentuk sebuah jaringan delegasi yang merupakan badan tertinggi klub.[89] Pada 2010 klub memiliki 60.000 socios.[90] Pada akhir musim 2009-10, dewan direksi klub menyatakan bahwa Real Madrid memiliki utang bersih sebesar 244,6 juta Euro atau sekitar 82,1 juta lebih rendah dari tahun fiskal sebelumnya.
[sunting] Real Madrid dalam budaya populer
Poster film Goal! 2: Living the Dream….

Real Madrid adalah klub yang ditampilkan dalam edisi kedua dari Goal!, sebuah film trilogi sepak bola tepatnya dalam film Goal! 2: Living the Dream… (2007). Film ini menceritakan mantan bintang Newcastle United Santiago Munez saat ia pertama kali dibina, dan kemudian ditandatangani oleh Real Madrid untuk musim 2005-06. Pencipta film ingin menekankan pada perubahan dalam kehidupan Munez setelah pindah ke Madrid. Produksi dilakukan dengan dukungan penuh dari UEFA, yang memungkinkan kru film menggunakan banyak pemain kehidupan nyata dalam peran cameo. Anggota skuad Real Madrid ditampilkan dalam film termasuk Iker Casillas, Zinedine Zidane, David Beckham, Ronaldo, Roberto Carlos, Raul, Sergio Ramos, Robinho, Thomas Gravesen, Michael Owen, Michel Salgado, Julio Baptista, Steve McManaman, Jonathan Woodgate, dan Iván Helguera. Pemain-pemain non-Real Madrid yang tampil sebagai penampilan cameo dalam film ini diantaranya Ronaldinho, Thierry Henry, Lionel Messi, Samuel Eto’o, Andres Iniesta, Pablo Aimar, Fredrik Ljungberg, Cesc Fabregas, Santiago Canizares dan lain-lain. Dalam film tersebut, muncul juga Florentino Pérez dan Alfredo Di Stéfano yang ditampilkan dalam pose gembira usai penandatanganan kontrak Munez.[91]

Real, The Movie adalah sebuah film dokumenter yang menampilkan kegembiraan fans di seluruh dunia untuk Real Madrid. Film ini diproduksi oleh klub dan disutradarai oleh Borja Manso, dan berisi lima cerita penggemar dari lima benua berbeda tentang kecintaan mereka kepada Real Madrid. Dalam film ini juga juga berisi cuplikan nyata dari skuat Real saat itu, selama pelatihan di Ciudad Real Madrid, pertandingan, dan wawancara. Walaupun film menyebutkan semua skuat namun alur utama ceritanya lebih berfokus pada “Galacticos” seperti David Beckham, Zinedine Zidane, Raul, Luis Figo, Ronaldo, Iker Casillas, dan Roberto Carlos. Film ini awalnya diproduksi khusus untuk kawasan Spanyol, tetapi kemudian dipasarkan secara global setelah melihat antusiasme pendukung Real Madrid diseluruh dunia.

Sebuah buku berjudul White Storm: 100 years of Real Madrid ditulis oleh Phil Ball dan menjadi buku sejarah Real Madrid yang pertama dalam bahasa Inggris. Buku ini diterbitkan tahun 2002 dan isinya membahas tentang saat-saat paling sukses klub selama seratus tahun pertama. Buku ini kemudian diterjemahkan kedalam berbagai bahasa di dunia.

Kutipan Wikipedia dan dari berbagai sumber
Selengkapnya(Read More)..

Senin, 25 Februari 2013

Kitab Injil Kuno Ditemukan di Turki Diyakini Asli,ini fotonya

Munculnya kitab kuno di Turki pada Februari 2012, yang diyakini sebagai Injil Barnabas Turki, membuat perdebatan di dunia internasional makin panas. Namun, perdebatan masih berkutat soal klaim benar tidaknya kitab itu sebagai Injil Barnabas. Adu pendapat belum masuk ke ranah isi kitab yang memang belum diterjemahkan oleh pemerintah Turki.
Kitab kuno ini juga berisi bahwa ada ramalan yang menyebutkan tentang akan adanya kenabian Muhammad SAW. Menjadi sebuah perdebatan itu sudah menjadi hal biasa karena isi kitab tersebut telah menyatakan kenabian umat Islam. Bagi umat pemilik kitab Injil sangat menolak karena injil sekarang jelas tidak menyebutkan Nabi umat Islam.
Apalagi yang menjadi perdebatan adalah selain umat islam itu sudah menjadi hal yang sangat wajar, penemuan benda langka seperti tidak seharusnya menjadi perdebatan. Yang terpenting adalah mengkaji penemuan tersebut dan mencari fakta kebenaran agar bukti bahwa benda tersebut dinyatakan asli.
Bukan mencari bukti kebenaran tetapi umat sekarang sibuk mempermasalahkan hasil temuan tersebut dengan perdebatan. Bagaimana akan mendapat jalan keluar kalau seperti itu caranya dan hanya akan menghilangkan bukti fakta atau kenyataan jika kitab tersebut suatu bukti kebenaran dan asli.
Injil Bernabas Turki

 

Injil Kuno Bernabas Turki Mengguncang Dunia 

Kepala Direktorat Jenderal Museum dan Aset Budaya Turki, Zulkuf Yilmaz, mengakui memang ada satu kitab kuno yang masuk ke Museum Etnografi Turki pada Februari 2012. Kitab itu diberikan militer ke museum, setelah selama 12 tahun tersimpan di dalam lemari besi di kantor Pengadilan Tinggi Ankara.

Zulkuf berjanji, direktoratnya akan segera menganalisis isi kitab itu. Rencananya, kitab setebal 40 lembar itu akan dikirim ke Laboratorium Pusat Bahasa Turki untuk diteliti lebih lanjut. “Di laboratorium itu akan dianalisa dan diterjemahkan isinya,” ungkap Zulkup kepada televisi Hurriyet.

Injil Barnabas versi Turki ini ditulis di atas kulit hewan yang berwarna cokelat kehitaman. Penulisnya menggunakan tinta dari emas dan isinya dalam bahasa Aramaic, bahasa yang diperkirakan bahasa ibu Yesus Kristus. Umum kitab ini diduga mencapai 1.500 tahun.

Ada tiga versi Injil Barnabas, yakni Injil Barnabas berbahasa Italia, Injil Barnabas berbahasa Spanyol, dan terakhir yang ditemukan di Turki. Manuskrip Injil Barnabas versi Spanyol hilang dari peredaran, namun sebagian teksnya muncul di transkrip pada abad ke-18.

Munculnya Injil Barnabas di Turki yang ternyata berbahasa Aramaic menjadi penting karena bisa jadi inilah kitab yang lebih tua dari dua kitab sebelumnya. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Ertugrul Gunay, juga percaya kalau kitab Bernabas asal Turki ini adalah versi asli Injil Barnabas.

Dari dua versi itu terungkaplah versi lain soal Yesus Kristus dan munculnya Islam serta Nabi Muhammad SAW. Itu mengapa Injil Barnabas disebut ajarannya lebih pararel dengan Islam.

Dalam analisisnya, majalah Y-Jesus asal Amerika Serikat, menyatakan isi teks secara efektif menyangkal keilahian Yesus dan menolak konsep trinitas, kepercayaan kristen yang mendefinisikan Allah dalam tiga pribadi, Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

Laporan itu juga menyatakan dalam teks, Yudas Iskariot disebut sebagai orang yang mati disalib dan bukan Yesus. Sementara dalam Perjanjian Baru, Yudas disebut mengkhianati Yesus.

Perdebatan soal isi dua kitab Barnabas sebelumnya pun kembali marak setelah Injil Barnabas Turki muncul. Phil Lawler, editor Catholic World News (CWN), menyatakan, kitab Barnabas Turki dapat saja diterima. Namun, karena manuskrip itu belum diterjemahkan, tidak ada yang tahu persis apa isi dari kitab itu.

Phil mengatakan, satu media Iran, Basij, melaporkan penemuan Kitab Barnabas Turki ini. Oleh Basij disebutkan, Injil Barnabas Turki ditulis pada abad ke-5 atau ke-6 Masehi. Phil membantah keras pendapat ini. Argumen yang dia ajukan adalah, Barnabas hidup bersamaan dengan Yesus Kristus dan termasuk 12 muridnya.

“Ini pasti ditulis oleh seseorang yang mengaku mewakili Barnabas,” kata Phil, seperti dikutip Daily Mail.

Ramalan tentang datangnya Nabi Muhammad SAW yang tertulis dalam kitab Barnabas sebelumnyna juga ia sangkal. Sebab, menurut Phil, aspek penanggalan manuskrip itu sangatl penting. "Jadi apa yang Turki miliki sekarang adalah sebuah dokumen tua, tetapi kami meragukan kitab yang saat ini diperdebatkan,” kata Phil.

Teolog Turki, Omer Faruk Harman, mengatakan, untuk mengungkap berapa usia kitab Barnabas Turki itu perlu diadakan riset mendalam. “Scan ilmiah dari kitab mungkin satu-satunya cara untuk mengungkapkan berapa usia sebenarnya,” ujarnya kepada Todays Zaman.

Analis terorisme dan pengamat Iran dari Christian Broadcasting Network, Erick Stakelbeck, mengatakan kemunculan Injil Barnabas Turki adalah akal-akalan Iran. Menurut dia, pemberitaan Injil Barnabas oleh media Iran, Basij adalah bentuk propaganda rezim Iran terhadap umat Kristen. Sumber
Selengkapnya(Read More)..

Kamis, 14 Februari 2013

PERANG PADA MASA NABI MUHAMMAD SAW

Pendahuluan
Perang yang terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW terbagi atas ghazwah (gazwah) dan sariyah (sariyyah). Ghazwah adalah perang yang dipimpin oleh Nabi SAW, sedangkan sariyah adalah perang yang dipimpin oleh sahabat atas penunjukan Nabi SAW.
Perang Badar (17 Ramadan 2 H)
Perang Badar terjadi di Lembah Badar, 125 km selatan Madinah. Perang Badar merupakan puncak pertikaian antara kaum muslim Madinah dan musyrikin Quraisy Mekah. Peperangan ini disebabkan oleh tindakan pengusiran dan perampasan harta kaum muslim yang dilakukan oleh musyrikin Quraisy. Selanjutnya kaum Quraisy terus menerus berupaya menghancurkan kaum muslim agar perniagaan dan sesembahan mereka terjamin. Dalam peperangan ini kaum muslim memenangkan pertempuran dengan gemilang. Tiga tokoh Quraisy yang terlibat dalam Perang Badar adalah Utbah bin Rabi’ah, al-Walid dan Syaibah. Ketiganya tewas di tangan tokoh muslim seperti Ali bin Abi Thalib. Ubaidah bin Haris dan Hamzah bin Abdul Muthalib. adapun di pihak muslim Ubaidah bin Haris meninggal karena terluka.
Perang Uhud (Syakban 3 H)
Perang Uhud terjadi di Bukit Uhud. Perang Uhud dilatarbelakangi kekalahan kaum Quraisy pada Perang Badar sehingga timbul keinginan untuk membalas dendam kepada kaum muslim. Pasukan Quraisy yang dipimpin Khalid bin Walid mendapat bantuan dari kabilah Saqib, Tihamah, dan Kinanah. Nabi Muhammad SAW segera mengadakan musyawarah untuk mencari strategi perang yang tepat dalam menghadapi musuh. Kaum Quraisy akan disongsong di luar Madinah. Akan tetapi, Abdullah bin Ubay membelot dan membawa 300 orang Yahudi kembali pulang. Dengan membawa 700 orang yang tersisa, Nabi SAW melanjutkan perjalanan sampai ke Bukit Uhud. Perang Uhud dimulai dengan perang tanding yang dimenangkan tentara Islam tetapi kemenangan tersebut digagalkan oleh godaan harta, yakni prajurit Islam sibut memungut harta rampasan. Pasukan Khalid bin Walid memanfaatkan keadaan ini dan menyerang balik tentara Islam. Tentara Islam menjadi terjepit dan porak-poranda, sedangkan Nabi SAW sendiri terkena serangan musuh. Pasukan Quraisy kemudian mengakhiri pertempuran setelah mengira Nabi SAW terbunuh. Dalam perang ini, Hamzah bin Abdul Muthalib (paman Nabi SAW) meninggal terbunuh.
Perang Khandaq (Syawal 5 H)
Lokasi Perang Khandaq adalah di sekitar kota Madinah bagian utara. Perang ini juga dikenal sebagai Perang Ahzab (Perang Gabungan). Perang Khandaq melibatkan kabilah Arab dan Yahudi yang tidak senang kepada Nabi Muhammad SAW. Mereka bekerjasama melawan Nabi SAW. Di samping itu, orang Yahudi juga mencari dukungan kabilah Gatafan yang terdiri dari Qais Ailan, Bani Fazara, Asyja’, Bani Sulaim, Bani Sa’ad dan Ka’ab bin Asad. Usaha pemimpin Yahudi, Huyay bin Akhtab, membuahkan hasil. Pasukannya berangkat ke Madinah untuk menyerang kaum muslim. Berita penyerangan itu didengar oleh Nabi Muhammad SAW. Kaum muslim segera menyiapkan strategi perang yang tepat untuk menghasapo pasukan musuh. Salman al-Farisi, sahabat Nabi SAW yang mempunyai banyak pengalaman tentang seluk beluk perang, mengusulkan untuk membangun sistem pertahanan parit (Khandaq). Ia menyarankan agar menggali parit di perbatasan kota Madinah, dengan demikian gerakan pasukman musuh akan terhambat oleh parit tersebut. Usaha ini ternyata berhasil menghambat pasukan musuh.
Perang Khaibar (7 H)
Lokasi perang ini adalah di daerah Khaibar. Perang Khaibar merupakan perang untuk menaklukkan Yahudi. Masyarakat Yahudi Khaibar paling sering mengancam pihak Madinah melalui persekutuan Quraisy atau Gatafan. Pasukan muslimin yang dipimpin Nabi Muhammad SAW menyerang benteng pertahanan Yahudi di Khaibar. Pasukan muslim mengepung dan memutuskan aliran air ke benteng Yahudi. Taktik itu ternyata berhasil dan akhirnya pasukan muslim memenangkan pertempuran serta menguasai daerah Khaibar. Pihak Yahudi meminta Nabi SAW untuk tidak mengusir mereka dari Khaibar. Sebagai imbalannya, mereka berjanji tidak lagi memusuhi Madinah dan menyerahkan hasil panen kepada kaum muslim.
Perang Mu’tah (8 H)
Perang ini terjadi karena Haris al-Ghassani raja Hirah, menolak penyampaian wahyu dan ajakan masuk Islam yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Penolakan ini disampaikan dengan cara membunuh utusan Nabi SAW. Nabi SAW kemudian mengirimkan pasukan perang di bawah pimpinan Zaid bin Harisah. Perang ini dinamakan Perang Mu’tah karena terjadi di desa Mu’tah, bagian utara Semenanjung Arabia. Pihak pasukan muslim mendapat kesulitan menghadapi pasukan al-Ghassani yang dibantu pasukan Kekaisaran Romawi. Beberapa sahabat gugur dalam pertempuran tersebut, antara lain Zaid bin Harisah sendiri. Akhirnya Khalid bin Walid mengambil alih komando dan menarik pasukan muslim kembali ke Madinah. Kemampuan Khalin bin Walid menarik pasukan muslimin dari kepungan musuh membuat kagum masyarakat wilayah tersebut. Banyak kabilah Nejd, Sulaim, Asyja’, Gatafan, Abs, Zubyan dan Fazara masuk Islam karena melihat keberhasilan dakwah Islam.
Penaklukan Kota Mekah/Fath al-Makkah (8 H)
Fath al-Makkah terjadi di sekitar kota Mekah. Latar belakang peristiwa ini adalah adanya anggapan kaum Quraisy bahwa kekuatan kaum muslim telah hancur akibat kalah perang di Mu’tah. Kaum Quraisy beranggapan Perjanjian Hudaibiyah (6 H) tidak penting lagi, maka mereka mengingkarinya dan menyerang Bani Khuza’ah yang berada dibawa perlindungan kaum muslim. Nabi Muhammad SAW segera memerintahkan pasukan muslimin untuk menghukum kaum Quraisy. Pasukan muslimin tidak mendapat perlawanan yang berarti, kecuali dari kaum Quraisy yang dipimpin Ikrimah dan Safwan. Berhala di kota Mekah dihancurkan dan akhirnya banyak kaum Quraisy masuk Islam.
Perang Hunain ( 8 Safar 8 H)
Perang Hunain berlangsung antara kaum muslim melawan kaum Quraisy yang terdiri dari Bani Hawazin, Bani Saqif, Bani Nasr dan Bani Jusyam. Perang ini terjadi di Lembah Hunain, sekitar 70 km dari Mekah. Perang Hunain merupakan balas dendam kaum Quraisy karena peristiwa Fath al-Makkah. Pada awalnya pasukan musuh berhasil mengacaubalaukan pasukan Islam sehingga banyak pasukan Islam yang gugur. Nabi SAW kemudian menyemangati pasukannya dan memimpin langsung peperangan. Pasukan muslim akhirnya dapat memenangkan pertempuran tersebut.
Perang Ta’if (8 H)
Pasukan muslim mengejar sisa pasukan Quraisy, yang melarikan diri dari Hunain, sampai di kota Ta’if. Pasukan Quraisy bersembunyi dalam benteng kota yang kokoh sehingga pasukan muslimin tidak dapat menembus benteng. Nabi Muhammad SAW mengubah taktik perangnya dengan memblokade seluruh wilayah Ta’if. Pasukan muslimin kemudian membakar ladang anggur yang merupakan sumber daya alam utama penduduk Ta’if. Penduduk Ta’if pada akhirnya menyerah dan menyatakan bergabung dengan pasukan Islam.
Perang Tabuk (9 H)
Lokasi perang ini adalah kota Tabuk, perbatasan antara Semenanjung Arabia dan Syam (Suriah). Adanya peristiwa penaklukan kota Mekah membuat seluruh Semenanjung Arabia berada di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Melihat kenyataan itu, Heraklius, penguasa Romawi Timur, menyusun pasukan besar untuk menyerang kaum muslim. Pasukan muslimin kemudian menyiapkan diri dengan menghimpun kekuatan yang besar karena pada masa itu banyak pahlawan Islam yang menyediakan diri untuk berperang bersama Nabi SAW. Pasukan Romawi mundur menarik diri setelah melihat besarnya jumlah pasukan Islam. Nabi SAW tidak melakukan pengejaran tetapi berkemah di Tabuk. Di sini Nabi SAW membuat perjanjian dengan penduduk setempat sehingga daerah perbatasan tersebut dapat dirangkul dalam barisan Islam.
Perang Widan (12 Rabiulawal 2 H)
Perang ini terjadi di Widan, sebuah desa antara Mekah dan Madinah. Rasulullah SAW memimpin pasukan muslimin menghadang kafilah Quraisy. Pertempuran fisik tidak terjadi karena kafilah Quraisy lewat di daerah tersebut. Rasulullah SAW selanjutnya mengadakan perjanjian kerjasama dengan Bani Damrah yang tinggal di rute perdagangan kafilah Quraisy di Widan. Kesepakatan tersebut berisi kesanggupan Bani Damrah untuk membantu kaum muslim apabila dibutuhkan.
Sariyah Hamzah bin Abdul Muthalib (Ramadhan 1 H)
Perang ini merupakan sariyah pertama yang terjadi dalam sejarah Islam. Sariyah ini berlangsung di dataran rendah al-Bahr, tidak jauh dari kota Madinah. Perang ini melibatkan 30 orang muslimin dan 300 orang Quraisy. Pasukan muslimin dipimpin Hamzah bin Abdul Muthalib, sedangkan pasukan Quraisy dipimpin Abu Jahal bin Hisyam. Perang ini tidak menimbulkan korban karena segera dilerai Majdi bin Amr.
Sariyah Ubaidah bin Haris (Syawal 1 H)
Sariyah ini berlangsung di al-Abwa’, desa antara Mekah dan Madinah. Kaum muslim berjumlah 80 orang, sedangkan kaum Quraisy berjumlah sekiyat 200 orang. Kaum muslim (semuanya Muhajirin) dipimpin Ubaidah bin Haris, sedangkan kaum Quraisy dipimpin Abu Sa’ad bin Abi Waqqas sempat melepaskan anak panahnya. Peristiwa tersebut menandai lepasnya anak panah pertama dalam sejarah perang Islam.
Sariyah Abdullah bin Jahsy (Rajab 2 H)
Perang ini dipimpin Abdullah bin Jahsy, sedangkan kaum Quraisy dipimpin Amr bin Hazrami. Perang ini terjadi di Nakhlah, antara Ta’if dan Mekah. Kaum muslim berhasil membunuh Amr bin Hazrami dan menahan dua orang Quraisy sebagai tawanan perang. Kaum muslim juga memperoleh harta rampasan perang dan membawanya ke hadapan Nabi Muhammad SAW. Nabi SAW menyatakan bahwa beliau tidak pernah menyuruh mereka berperang karena pada bulan Rajab diharamkan untuk membunuh atau melakukan peperangan. Peristiwa tersebut kemudian digunakan oleh kaum Quraist untuk memfitnah dengan mengatakan kaum muslim melanggar bulan suci. Pada saat itu turun firman Allah SWT surah al-Baqarah (2) ayat 217 yang menjelaskan tentang ketentuan berperang pada bulan Haram (bulan Rajab)
Sariyah Qirdah (Jumadilakhir 3 H)
Sariyah Qirdah berlangsung di sumur Qirdah, suatu tempat di Nejd (Arab Saudi). Kaum muslim berjumlah 100 orang penunggang kuda, dipimpin oleh Zaid bin Harisah. Sariyah Qirdah bertujuan untuk menghadang kafilah Quraisy dari Mekah. Perang ini berhasil dimenangkan kaum muslim dengan menyita harta kaum Quraisy. Harta tersebut kemudian dijadikan ganimah (harta rampasan perang), yang merupakan ganimah pertama dalam sejarah perang Islam. Sebagian orang musyrik yang tidak melarikan diri selanjutnya dibawa ke Madinah dan akhirnya menyatakan diri masuk Islam.
Sariyah Bani Asad (4 H)
Sariyah ini berlangsung di Gunung Bani Asad, di sebelah timur Madinah. Nabi Muhammad SAW memerintahkan kaum muslim untuk menghadang Bani Asad yang berencana untuk menyerang Madinah. Nabi SAW menganjurkan agar pasukan muslim berjalan pada malam hari dengan menempuh jalan yang tidak biasa dilalui orang. Pasukan muslim yang dipimpin Abu Salam al-Makhzum dan terdiri dari 150 orang berhasil menyergap musuh. Mereka juga mendapatkan ganimah (harta rampasan perang) dari pihak Bani Asad.
Sariyah Raji (Safar 4 H)
Sariyah ini berlangsung di Raji’, yakni suatu daerah yang terletak di antara Mekah dan ‘Asfan dan melibatkan pasukan muslimin melawan pasukan Bani Huzail. Perang ini dilatarbelakangi oleh rencana pemimpin Bani Huzail, Khalid bin Sufyan bin Nubaih al-Huzali,untuk menyerang Madinah. Nabi Muhammad SAW memerintahkan Abdullah bin Unais meneliti kebenaran rencana tersebut. Abdullah kemudian membunuh Khalid dan melaporkan kejadian itu kepada Nabi Muhammad SAW. Bani Lihyan, cabang Bani Huzail merencanakan balas dendam atas terbunuhnya Khalid. Mereka meminta agar Nabi Muhammad SAW mengirimkan beberapa sahabat untuk memberi pelajaran agama Islam kepada mereka.Nabi Muhammad SAW mengabulkan permintaan itu dan mengirimkan enam orang sahabat beserta rombongan utusan Bani Lihyan. Keenam sahabat disergap oleh pasukan Bani Huzail di Raji’. Para sahabat itu sempat mengadakan perlawanan, namun tiga orang terbunuh dan tiga lainnya ditawan oleh musuh. Tiga orang sahabat yang ditawan selanjutnya dibawah ke kaum musyrikin Mekah dan akhirnya dibunuh.
Sariyah Biru Ma’unah (Safar 4 H)
Sariyah Bi’ru Ma’unah berlangsung di wilayah timur Madinah antara kaum muslim dan Bani Amir. Nabi Muhammad SAW mengutus Amir bin Malik (Abu Barra’), seorang pemimpin dari Bani Amir yang sebelumnya menolak untuk memeluk agama Islam, beserta al-Munzir bin Amar dari Bani Sa’idah untuk memimpin 40 orang tentara yang terdiri dari para penghafal Al-Qur’an. Rombingan tersebut berjalan sampai di Bi’ru Ma’unah, yakni suatu daerah antara Bani Amir dan Bani Salim. Mereka mengirimkan surat kepada Amir bin Tufail, pemimpin Bani Amir, melalui seorang anggota pasukan yang bernama Haram bin Malhan. Amir bin Tufail membunuh Haram bin Malhan, sehingga memicu peperangan antara kedua belah pihak. Kaum muslim mengalami kekalahan dalam sariyah ini karena semua pasukan gugur, kecualil Ka’b bin Zaid al-Ansari. Rabi’ah, anak Abu Barra’, membunuh Amir bin Tufail dengan sebilah tombak sebagai balas dendam atas kematian ayahnya.
Sariyah Ijla’ Bani Nadir
Sariyah Ijla’ Bani Nazir merupakan sariyah yang dilakukan sahabat Nabi SAW untuk mengusir Bani Nadir dari tempat tinggal mereka.Latar belakang tindakan ini adalah niat Bani Nadir untuk membunuh utusan Nabi Muhammad SAW. Utusan Nabi SAW tersebut ingin menyelesaikan maslaah pembunuhan yang dilakukan Amr bin Umayyah, kabilah Bani Amir dan sekutu Bani Nadir, terhadap dua orang muslimin. Tindakan pengusiran ini semula tidak mendapat tanggapan dari Huyay bin Akhtab, epmimpin Bani Nadir, tetapi karena diancam akan diserang oleh kaum muslim akhirnya mereka mau pindah daerahnya. Nabi SAW memberi jaminan keselamatan atas harta benda dan anak-anak mereka sampai keluar dari Madinah. Sebagian dari Bani Nadir menetap di Khaibar dan di Syam (Suriah).
Sariyah Zi al-Qissah
Sariyah berlangsung di Zi al-Qissah, sekitar 24 mil dari Madinah, antara kaum muslim dan Bani Sa’labah. Bani Sa’labah berencana menyerang peternakan kaum muslim di Haifa’, suatu tempat yang jauh dari Madinah. Setelah mengetahui rencana tersebutm pasukan muslimin segera menyerang Bani Sa’labah dengan mengirim 10 orang yang dipimpin oleh Muhammad bin Maslamah. Pasukan pertama itu gagal menjalankan tugas karena mereka dibunuh ketika beristirahat di pinggiran desa. Muhammad bin Maslamah melaporkan kejadian tersebut kepada Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya Nabi SAW mengirimkan pasukan kedua di bawah pimpinan Abu Ubaidah bin Jarrah. Bani Sa’labah melarikan diri ketika Abu Ubaidah sampai di tempat itu.
Sariyah Ka’b bin Umair al-Gifari (8 H)
Latar belakang sariyah ini adalah penolakan kaum musyrikin di Zat Atlah, suatu tempat di Syam (Suriah),terhadap ajakan beberapa utusan Nabi Muhammad SAW untuk memeluk agama Islam. Nabi SAW mengirimkan 15 tentara untuk menyerang mereka. Pertempuran tersebut berlangsung sengit, dan akhirnya semua pasukan muslim menjadi syuhada, kecuali Ka’b bin Umair al-Gifari (pemimpin perang) yang dapat menyelamatkan diri.
Selengkapnya(Read More)..

KEPEMIMPINAN NABI MUHAMMAD SAW PERIODE MEKKAH DAN MADINAH

A. Pendahuluan
Dalam sejarah, peradaban Islam tidak dapat dipisahkan dari sejarah seorang tokoh agung yang dilahirkan dalam lingkungan masyarakat jahiliah dan paganis di Jazirah Arab. Dia adalah Muhammad bin ‘Abdullah, rasul terakhir dan penutup para nabi. Perjalanan kehidupannya adalah sebuah sejarah kepemimpinan yang sangat penting bagi umat manusia. Secara umum, kepemimpinannya dapat dibagi ke dalam dua periode, yaitu periode Mekkah dan Madinah. Periode Mekkah adalah masa yang dimulai dari diangkatnya beliau menjadi Rasul hingga hijrah ke Madinah. Sedangkan periode Madinah adalah masa ketika Nabi Muhammad berada di Madinah hingga beliau wafat.

Kepemimpinan Muhammad saw pada masa hidupnya telah memberikan arti penting dalam sejarah peradaban manusia pada umumnya, dan Islam pada khususnya. Kepemimpinan beliau dipandang tidak hanya sebatas sebagai pemimpin agama, akan tetapi juga sebagai pemimpin negara. Dengan kata lain, kepemimpinannya tidak hanya sebagai rasul, melainkan juga sebagai negarawan. Namun, ada sebagian orang yang menyangkal pernyataan ini. Oleh karena itulah, tulisan singkat ini akan membahas kepemimpinan Nabi Muhammad saw periode Mekkah dan periode Madinah. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman tentang Muhammad sebagai pemimpin agama dan Negara dalam tinjauan historis atau sejarah.
B. Kepemimpinan Nabi Muhammad saw Periode Mekkah
1. Muhammad Menjadi Nabi dan Rasul
Sejak Muhammad saw belum menjadi nabi, beliau adalah orang yang tidak pernah cacat (tercela) di tengah masyarakatnya. Selain karena terlahir dari keluarga mulia, Muhammad juga selalu dikenal hanya mengerjakan perbuatan yang mulia atau terpuji saja. Di samping itu, beliau memiliki prestasi sejak usia belia. Beliau menjadi pemersatu umat dalam peletakan kembali Hajar Aswad, sehingga para pemimpin suku dan masyarakat mengakui beliau sebagai Al-Amin.[1]
Menjelang usia kematangannya, kebiasaan Muhammad adalah mendatangi gua Hira untuk melakukan meditasi dan bertafakkur[2] tentang Yang Maha Pencipta untuk mencari untuk mencari jawaban-jawaban terhadap misteri kehidupan. Dia benar-benar sangat tergoncang melihat kemungkaran masyarakat, penyembahan berhala dan kegiatan yang tidak manusiawi. Ketika beliau mendekati usia empat puluh tahun, ia meningkatkan kontemplasi dan tafakkur. Penyembahan berhala dan menurunnya moral masyarakat sangat menekan perasaannya, karena itu ia mencari jalan yang lurus seperti yang disingkapkan oleh Al Qur’an:
“Dan Dia menemukanmu (Muhammad) sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.” (Q.S. 93: 7)[3]
Suatu hari di bulan Ramadan 610 M (hari Senin, 17 Ramadan, menurut Ibnu Sa’d) ketika ia sedang khusyuk bertafakkur di gua, ia melihat malaikat Jibril dan menyuruhnya membaca.[4] Di saat inilah wahyu pertama turun, yaitu Surat al-‘Alaq ayat 1-5. Turunnya wahyu pertama ini berarti beliau telah dipilih Tuhan sebagai Nabi.
Dalam wahyu pertama itu, beliau belum diperintahkan untuk menyeru manusia kepada suatu agama.[5] Setelah wahyu pertama itu datang, Jibril tidak muncul lagi untuk beberapa lama, sementara Nabi Muhammad menantikannya dan selalu datang ke gua Hira’. Dalam keadaan menanti itulah turun wahyu yang membawa perintah kepadanya.[6]Dengan turunnya perintah itu, maka Nabi Muhammad telah diangkat menjadi Rasulullah (utusan Allah) yang membawa misi Islam untuk umat. Dan beliau lah Rasul terakhir serta penutup para nabi.
Di masa awalnya, Islam disiarkan secara rahasia. Namun, pada masa ini banyak juga yang segera masuk Islam. Orang yang pertama masuk ke dalam Islam adalah istrinya Khadijah, Abu Bakar, Ali bin Abu Thalib, Zaid bin Haritsah serta Ummu Aiman. Setelah mereka menyusul Ammar bin Yasir, Khabab bin al-Arat, ‘Utsman bin Affan, ‘Abdurrahman bin ‘Auf, Sa’d bin Abi Waqqas, Talhah, Arqam, Sa’id bin Zaid, Abdullah bin Mas’ud, Utsman bin Mazh’un, Ubaidah dan Shuhaib al-Rumi. Misi rahasia ini berlangsung kira-kira tiga tahun, selama ini empat puluh orang memeluk Islam. Para pemeluk Islam yang pertama-tama ini terdiri dari orang miskin, bahkan banyak dari mereka yang berasal dari hamba sahaya. [7]
Pada tahun  ketiga dari kenabian, datang perintah Allah untuk menyiarkan ajaran Islam secara terbuka.[8] Rasulullah kemudian naik ke atas bukit Shafa, Ia memanggil bangsa Quraisy. Ketika mereka telah berkumpul, ia minta anggota keluarganya dari Bani Abdu Manaf untuk mendekat. Lalu, ia berpidato: “Apakah saudara-saudara percaya bila kukabarkan bahwa ada bala tentara musuh yang mendekat dari balik bukit?” “Tentu kami percaya, karena engkau selalu jujur”, jaawab mereka serentak. Kemudian Nabi meneruskan, “kamu sekalian adalah orang yang terdekat kepadaku dari suku Quraisy. Saya minta saudara untuk bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, bila saudara menolak maka saya tidak akan menolong kamu sekalian baik di dunia maupun di akhirat kelak. Bila saudara beriman kepada Tuhan yang Maha Esa, saya akan menjadi saksi bagi saudara sekalian di hadapan Allah. Bila saudara mengabaikan ajaran Allah, maka tentu saudara akan celaka”. Begitu Nabi diam, tiba-tiba Abu Lahab, salah seorang paman Nabi berkata dengan marah: “Celaka engkau hai Muhammad! Hanya untuk inikah engkau panggil kami?” Lantas mereka bubar meninggalkan bukit Shafa dan tidak ambil peduli terhadap apa yang diucapkan oleh Muhammad saw.[9]
Suatu hari Nabi saw pergi ke Ka’bah di Masjidil Haram dan mengucapkan kalimat syahadah dengan suara yang keras. Lalu tindakan ini dipandang sebagai penghinaan yang amat besar terhadap Ka’bah dan adapt istiadat Quraisy, maka muncullah kerusuhan dan orang kafir mulai menyerang Rasul. Harits bin Abi Hala yang telah memeluk Islam, segera keluar rumah hendak menyelamatkan Rasulullah, tetapi beliau malah terbunuh menjadi syahid.[10] Begitulah  penentangan para kafir Quraisy kepada Rasul dan muslimin. Namun Muhammad saw dan pengikutnya tetap meneruskan misi Islam secara terbuka. Seiring itu, penindasan dan penganiayaan yang tidak manusiawi terhadap kaum Muslimin makin lama makin menigkat. Orang-orang Quraisy bahkan semakin semangat berusaha dengan sekuat tenaga untuk menghancurkan misi Nabi saw. Orang-orang yang berpengaruh seperti Abu Bakar, Utsman dan Zubair juga tidak terkecuali. Orang-orang muslim yang miskin banyak ditangkapi lalu dilempari batu kerikil di lembah yang amat panas dan dijemur di bawah terik matahari pada siang hari. Bilal, budak dari Abyssinia milik orang kafir Mekkah, dipaksa tidur telentang di atas pasir yang membara di tengah hari, lalu dadanya ditindihi batu besar sehingga ia tidak bisa menggerakkan anggota badannya sedikitpun. Kemudian Bilal diminta untuk melepaskan keislamannya, namun ia tetap bertahan dalam ketauhidannya walaupun tengah disiksa. Lantas Abu Bakar membeli  budak ini dan memerdekakannya.[11]
Secara umum, ada beberapa upaya yang dilakukan oleh kafir Quraisy untuk menghalangi Nabi Muhammad dalam  menjalankan misi Islam di Mekkah, yaitu:
1.      Diantara upaya Quraisy yang halus
a.    Melakukan negosiasi kepada Abu Thalin agar Muhammad menghentikan misinya.
b.   Menawarkan kepada Muhammad apa saja yang diinginkan baik harta, wanita, kedudukan, atau dokter kalau memang beliau memiliki kelainan jiwa.
c.    Menawarkan ibadah secara bergantian.
2.      Diantara upaya yang agak kasar:
a.    Mencemooh, menghina, melecehkan, mendustakan, serta menertawakan, seperti menuduh Muhammad sebagai orang gila.
b.   Melontarkan propaganda palsu dengan mengatakan bahwa ajaran Muhammad adalah dongeng orang-orang terdahulu.
3.      Diantara upaya atau tidakan yang kasar
a.    Menebar duri di tempat Rasulullah lewat.
b.   Melakukan penyiksaan kepada beberapa pengikut Islam.
c.    Blokade multidimensi
d.   Upaya pembunuhan terhadap Muhammad saw.[12]
Demikianlah tantangan yang dihadapi Muhammad sebagai Rasul dalam menyebarkan ajaran Islam di Mekkah. Menurut Ahmad Syalabi, ada lima faktor yang mendorong orang Quraisy menentang seruan Islam, yaitu:
1.      Mereka tidak dapat membedakan antara kenabian dan kekuasaan. Mereka mengira bahwa tunduk kepada seruan Nabi Muhammad berarti tunduk kepada kepemimpinan Bani Abdul Muthalib. Yang terakhir ini (tunduk kepada kepemimpinan Bani Abdul Muthalib) sangat tidak mereka inginkan.
2.      Nabi Muhammad menyerukan persamaan hak antara bangsawan dan hamba sahaya. Hal ini tidak disetujui oleh kelas bangsawan Quraisy.
3.      Para pemimpin Quraisy tidak dapat menerima ajaran tentang kebangkitan kembali dan pembalasan di akhirat.
4.      Taklid kepada nenek moyang adalah kebiasaan yang berurat berakar pada bangsa Arab.
5.      Pemahat dan penjual patung memandang Islam sebagai penghalang rezki.[13]
Ketika terus menerus bangsa kafir Quraisy melakukan penyiksaan sampai tak tertahankan oleh para pemeluk Islam yang baru, maka mereka datang  menemui Nabi saw memohon izin untuk pergi ke negeri tetangga menyeberangi laut merah yakni ke Abyssinia (sering juga disebutkan Habsyi atau Habsyah, sekarang Ethiopia). Nabi mengabulkan permohonan izin tersebut. Pada bulan Rajab tahun kelima kenabian, 15 orang (11 lelaki, 4 perempuan) berangkat ke Abyssinia dalam rombongan pertama. Tidak berapa lama disusul rombongan kedua, sehingga jumlah semua rombongan kira-kira 80 orang.[14]
Orang-orang yang hijrah diterima dengan baik dan ramah oleh raja Abyssinia, Negus. Orang-orang Quraisy cukup tergoncang mengetahui kejadian ini, maka tambah meruncinglah rasa permusuhan mereka. Mereka mengutus ‘Amr bin bin ‘Ash dan ‘Abdullah bin Abi Rabi’ah sebagai utusan kepada Negus. Kedua utusan tersebut memohon dengan sangat di hadapan sang raja untuk menolak atau mengembalikan muhajirin (muslim yang hijrah ke Abyssinia). Akan tetapi, upaya tersebut gagal, sehingga membuat Quraisy semakin kejam terhadap kaum muslimin. Bahkan, di tengah menigkatnya kekejaman kafir Quraisy, semakin banyak orang memeluk Islam. Ditambah lagi masuknya dua tokoh besar Quraisy ke dalam agama ini, yaitu Hamzah dan Umar. Masuknya dua tokoh ini membuat Islam semakin kuat.
Menguatnya posisi umat Islam, memperkeras reaksi orang musyrik Quraisy. Mereka menempuh cara baru untuk melumpuhkan kekuatan Muhammad yang bersandar pada Bani Hasyim. Dengan demikian, untuk melumpuhkan kaum muslimin yang dipimpin Muhammad, maka mereka harus melumpuhkan Bani Hasyim terlebih dahulu secara keseluruhan. Cara yang ditempuh adalah pemboikotan.
2. Pemboikotan Bangsa Quraisy Terhadap Bani Hasyim
Orang-orang kafir Mekkah telah menguras tenaga untuk menganiaya, melukai dan menghukum Muhammad dan pengikutnya. Sehingga, cara lain yang mereka lakukan adalah melakukan pemboikotan terhadap Bani Hasyim. Pada tahun ketujuh kenabian, seluruh pemimpin Mekkah menyusun kesepakatan untuk pemboikotan tersebut. Kesepakatan ini ditulis oleh Manshur bin ‘Ikrimah dan ditanda tangani oleh seluruh pemimpin Mekkah. Setelah itu, hasil kesepakatan tersebut digantungkan di Ka’bah. Adapun isi dari kesepakatan tersebut adalah mereka memutuskan segala bentuk hubungan dengan Bani Hasyim. Tidak seorang penduduk Mekkah pun yang diperkenankan melakukan hubungan jual beli dengan suku ini, termasuk menjual makanan. Akibat boikot tersebut, Bani Hasyim menderita kelaparan, kemiskinan dan kesengsaraan yang sangat menyedihkan. Tindakan yang dilakukan mulai tahun ke-7 kenabian ini berlangsung selama tiga tahun.[15] Ini merupakan tindakan yang paling menyiksa dan melemahkan umat Islam.
Pemboikotan tersebut baru berhenti setelah beberapa pemimpin Mekkah menaruh belas kasihan kepada Bani Hasyim dan akhirnya merusak lembaran kesepakatan yang digantungkan di Ka’bah, sebagiannya telah dimakan rayap.[16] Setelah boikot dihentikan, Bani Hasyim seakan dapat bernafas kembali dan pulang ke rumah masing-masing. Namun, tidak lama kemudian Abu Thalib, paman Nabi yang merupakan pelindung utamanya wafat. Tiga hari setelah itu, Khadijah istri Nabi meninggal dunia pula. Peristiwa ini terjadi pada tahun kesepuluh kenabian. Tahun ini merupakan tahun kesedihan (‘ammul huzn) bagi Nabi Muhammad saw. Sepeninggal dua pendukung itu, kafir Quraisy tidak segan-segan lagi melampiaskan permusuhannya kepada Nabi. Melihat reaksi penduduk Mekkah demikian, beliau kemudian berusaha menyebarkan ajaran ke luar kota. Lalu ia pergi ke Thaif.[17]
Pada saat Nabi Muhammad sampai di Thaif, para kepala suku menolak bahkan mendengarkan saja pun enggan, bahkan mereka menghina dan menghadapi Nabi dengan kasar. Ketika Nabi meninggalkan kota ini, mereka menghasut kaum gelandangan untuk melempari Nabi dengan batu hingga terluka bagian kepala dan badannya.[18]
Untuk menghibur Nabi yang sedang ditimpa duka, Allah mengisra’ dan memi’rajkan beliau pada tahun kesepuluh kenabian itu. Berita tentang isra’ mi’raj ini menggemparkan masyarakat Mekkah.[19] Bagi orang kafir, ini dijadikan bahan propaganda untuk mendustakan Nabi. Sedangkan bagi orang yang beriman, hal ini merupakan ujian.
3. Ikrar Aqabah
Pada musim haji, suku-suku bangsa dari berbagai pelosok jazirah datang ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji yang dilaksanakan setiap tahun adalah untuk memperingati Nabi Isma’il dan ibunya, Hajar. Diantara suku bangsa yang datang adalah suku Aus dan Khajraz dari Yatsrib.
Pada bulan Rajab tahun kesepuluh kenabian, enam orang dari suku Aus dan Khajraz mengunjungi Mekkah. Nabi Muhammad menyampaikan ajarannya kepada mereka, kemudian tanpa ragu-ragu mereka beriman kepada Rasulullah, Nabi yang telah disebutkan dalam kitab-kitab terdahulu. Beberapa orang Khajraz berkata kepada Nabi, “Bangsa kami telah lama terlibat dalam permusuhan, yaitu antara suku Aus dan Khajraz. Mereka benar-benar merindukan perdamaian. Kiranya Tuhan mempersatukan mereka kembali dengan perantaraan engkau dan ajaran-ajaran yang engkau bawa. Oleh karena itu, kami akan berdakwah agar mereka mengetahui agama yang kami terima dari engkau ini.” Tahun berikutnya 12 orang lelaki Yatsrib datang untuk memeluk Islam. Mereka mengucapkan ikrar di ‘Aqabah. Ikrar ini dikenal dengan ikrar ‘Aqabah pertama.[20] Inilah ikrar mereka:
Kami tidak akan menyekutukan sesuatu dengan Allah, kami tidak akan mencuri tidak pula berzina. Kami tidak akan membunuh anak-anak kami, dan kami akan hindari fitnah dalam segala bentuknya. Kami selalu taat kepada Nabi untuk melakukan segala sesuatu yang haq dan selalu beriman kepadanya baik dalam keadaan gembira maupun sengsara.[21]
Mereka kemudian memohon Nabi saw untuk mengirim seorang guru untuk mengajarkan Islam kepada mereka. Lalu Nabi mengutus Mush’ab bin ‘Umair untuk mengajarkan Islam.
Pada tahun keduabelas kenabian datang 73 orang Muslim dari Yatsrib di musim haji dan menerima Islam. Atas nama penduduk Yatsrib mereka meminta pada Nabi agar berkenan pindah ke Yatsrib. Mereka berjanji akan membela Nabi dari segala ancaman. Nabi pun menyetujui usul yang mereka ajukan. Perjanjian ini inilah yang dikenal dengan perjanjian ‘Aqabah kedua.[22]
Setelah kaum musyrikin Quraisy mengetahui adanya perjanjian antara Nabi dengan orang-orang Yatsrib itu, mereka semakin gila melancarkan intimidasi terhadap kaum muslimin. Mereka pun mendengar kabar tentang wahyu Allah yang menghalalkan perang bagi Nabi dan pengikutnya untuk mempertahankan diri dari serangan musuh. Ayat-ayat ini pun beredar dari mulut ke mulut, sehingga para pemimpin Quraisy secara alami lebih terancam daripada orang-orang lain.[23] Lalu Nabi mengizinkan para sahabatnya untuk hijrah ke Yatsrib terlebih dahulu. Dalam waktu dua bulan, hampir semua kaum muslimin, kurang lebih 150 orang, telah ,meninggalkan kota Mekkah. Hanya Ali dan Abu Bakar yang tinggal di Mekkah bersama Nabi. Keduanya membela dan menemani Nabi sampai ia pun hijrah ke Yatsrib.
Dalam perjalanan ke Yatsrib Nabi ditemani oleh Abu Bakar. Ketika tiba di Quba, sebuah desa yang jaraknya lima kilometer dari Yatsrib, Nabi istirahat beberapa hari lamanya. Dia menginap di rumah Kalsum bin Hindun. Di halaman rumah ini Nabi membangun masjid. Inilah masjid pertama yang dibangun Nabi. Tak lama kemudian Ali menggabungkan diri dengan Nabi, setelah menyelesaikan segala urusan di Mekkah. Sementara itu, penduduk Yatsrib menunggu-nunggu kedatangannya. Waktu yang mereka tunggu-tunggu itu tiba. Nabi memasuki Yatsrib dan penduduk kota ini mengelu-elukan kedatangan beliau dengan penuh kegembiraan. Sejak itu, sebagai penghormatan terhadap Nabi, nama kota Yatsrib diubah menjadi Madinatun Nabi (kota Nabi) atau sering pula disebut Madinatul Munawwarah (kota yang bercahaya), karena dari sanalah sinar Islam memancar ke seluruh dunia. Dalam istilah sehari-hari, kota ini cukup disebut Madinah saja.[24]
C. Kepemimpinan Nabi Muhammad saw Periode Madinah
1. Pembentukan Negara Madinah
Setelah tiba dan diterima penduduk Yatsrib (Madinah), Nabi resmi menjadi pemimpin penduduk kota itu. Babak sejarah dalam dunia Islam pun dimulai. Berbeda dengan periode Mekkah, pada periode Madinah, Islam merupakan kekuatan politik. Ajaran Islam yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat banyak turun di Madinah. Nabi Muhammad mempunyai kedudukan bukan saja sebagai kepala atau pemimpin agama, tetapi juga sebagai kepala negara. Dengan kata lain, dalam diri Nabi terkumpul dua kekuasaan, kekuasaan spiritual dan kekuasaan duniawi. Kedudukannya sebagai Rasul secara otomatis merupakan kepala negara.[25]
Dalam rangka memperkokoh masyarakat dan negara baru itu, ia segera meletakkan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat. Dasar pertama, pembangunan masjid. Selain untuk tempat salat, juga sebagai sarana penting untuk mempersatukan kaum muslimin dan sebagai tempat bermusyawarah merundingkan masalah-masalah yang dihadapi. Bahkan pada masa Nabi, masjid juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan.
Dasar kedua adalah ukhuwah islamiyyah, persaudaraan sesama muslim. Nabi mempersaudarakan golongan Muhajirin  dan Anshar. Apa yang dilakukan Rasulullah ini berarti, menciptakan suatu bentuk persaudaraan yang baru, yaitu persaudaraan berdasarkan agama, menggantikan persaudaraan berdasarkan darah.
Dasar ketiga, hubungan persahabatan dengan pihak-pihak lain yang tidak beragama Islam. Di Madinah, selain orang Arab Islam, juga terdapat golongan masyarakat Yahudi dan golongan masyarakat Arab yang masih menganut agama nenek moyang mereka. Agar stabilitas masyarakat dapat diwujudkan, Nabi Muhammad mengadakan perjanjian dengan mereka. Untuk itu, sebuah piagam yang menjamin kebebasan  beragama orang-orang Yahudi sebagai suatu komunitas telah dibuat. Setiap golongan masyarkat memiliki hak tertentu dalam bidang politik dan keagamaan. Kemerdekaan beragama dijamin, dan seluruh anggota masyarakat berkewajiban mempertahankan keamanan negeri itu dari serangan luar.[26] Dalam perjanjian itu, jelas disebutkan bahwa Rasulullah saw sebagai kepala pemerintahan karena sejauh menyangkut peraturan dan tata tertib umum, otoritas mutlak diberikan kepada beliau. Dalam bidang social, beliau juga meletakkan dasar persamaan antarsesama manusia. Perjanjian ini dalam pandangan ketatanegaraan sekarang, sering disebut dengan Konstitusi Madinah.
2. Pertahanan Negara, Diplomasi dan Peperangan
Dengan terbentuknya negara Madinah, Islam menjadi semakin  bertambah kuat. Perkembangan Islam yang pesat itu membuat orang-orang Mekkah dan musuh Islam lainnya menjadi risau. Kerisauan inilah yang kemudian membuat orang-orang Quraish berbuat apa saja. Untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan gangguan dari musuh, Nabi sebagai kepala pemerintahan mengatur siasat dan membentuk pasukan tentara. Umat Islam diizinkan berperang dengan dua alasan, yaitu untuk mempertahankan diri dan melindungi hak miliknya; dan untuk menjaga keselamatan dalam penyebaran kepercayaan dan mempertahankannya dari orang-orang yang menghalanginya.[27]
Dalam sejarah negara Madinah ini memang banyak terjadi peperangan sebagai upaya kaum muslimin mempertahankan serangan dari musuh. Nabi sendiri, di awal pemerintahannya melakukan beberapa ekspedisi ke luar kota sebagai aksi siaga melatih kemampuan calon pasukan yang memang mutlak diperlukan untuk melindungi dan mempertahankan negara yang baru dibentuk. Perjanjian damai dengan berbagai kabilah di sekitar Madinah juga diadakan dengan maksud memperkuat kedudukan Madinah.
Perang pertama yang sangat menentukan masa depan negara Islam adalah perang Badar, perang antara kaum muslimin dengan kaum musyrik Quraisy. Pada tanggal 8 Ramadhan tahun 2 Hijriah, Nabi bersama 305 orang muslim bergerak ke luar kota membawa perlengkapan sederhana. Di daerah Badar, kurang lebih 120 kilometer dari Madinah, pasukan Nabi bertemu dengan pasukan Quaraisy yang berjumlah sekitar 900 sampai 1000 orang.[28] Nabi sendiri yang memegang komando. Dalam peperangan ini, kaum muslimin keluar sebagai pemenang. Namun, orang-orang Yahudi Madinah tidak senang. Mereka memang tidak sepenuh hati menerima perjanjian yang telah diantara mereka dengan  Nabi.
Tidak lama setelah perang tersebut, Nabi menandatangani sebuah piagam perjanjian dengan beberapa suku Badui yang kuat. Suku Badui ini ingin sekali menjalin hubungan dengan Nabi setelah melihat kekuatan Nabi semakin meningkat. Selain itu, setelah perang Badar, Nabi juga menyerang sukuYahudi Madinah, Qainuqa yang berkomplot dengan orang-orang Mekkah. Orang-orang Yahudi ini akhirnya memilih keluar dari Madinah dan pergi menuju Adhri’at di perbatasan Syiria.[29]
Bagi kaum Quraisy Mekkah, kekalahan mereka dalam perang Badar merupakan pukulan berat. Mereka bersumpah akan membalas dendam. Pada tahun 3 H, mereka berangkat menuju Madinah tidak kurang dari 3000 pasukan berkenderaan unta, 200 pasukan berkuda di bawah pimpinan Khalid bin Walid (ketika itu masih kafir), 700 orang diantara mereka memakai baju besi. Nabi Muhammad saw menyongsong kedatangan mereka dengan pasukan sekitar 1000 orang. Namun, baru saja melewati batas kota, Abdullah ibn Ubay, seorang munafik dengan 300 Yahudi membelot dan kembali ke Madinah. Meskipun demikian, dengan 700 pasukan yang tertinggal Nabi melanjutkan perjalanan. Beberapa kilometer dari kota Madinah, tepatnya di bukit Uhud, kedua pasukan bertemu. Perang dahsyat  pun terjadi, yang dikenal dengan perang Uhud. Pertama-tama prajurit-prajurit Islam dapat memukul mundur tentara musuh yang besar itu. Pasukan berkuda yang dipimpin oleh Khalid bin Walid gagal menembus pasukan pemanah Islam. Dengan disiplin yang tinggi dan strategi perang yang jitu, pasukan yang lebih kecil itu ternyata mampu mengalahkan pasukan yang lebih besar. Kemenangan yang sudah diambang pintu ini pun tiba-tiba gagal karena godaan harta rampasan perang tanpa menghiraukan gerakan musuh, termasuk di dalamnya anggota pasukan pemanah yang telah diperingatkan Nabi agar tidak meninggalkan posnya. Kelengahan kaum muslimin ini dimanfaatkan dengan baik oleh musuh. Khalid bin Walid berhasil melumpuhkan pasukan pemanah Islam, dan pasukan Quraisy yang tadinya kabur berbalik menyerang. Perang ini berakhir dengan 70 pejuang Islam syahid di medan laga, bahkan Nabi sendiri pun terkena serangan dari musuh. Pengkhianatan Abdullah ibn Ubay diganjar dengan tindakan tegas. Bani Nadir, satu dari dua suku Yahudi yang berkomplot dengan Abdullah ibn Ubay, diusir ke luar kota. Kebanyakan mereka mengungsi ke Khaibar. Sedangkan suku Yahudi lainnya, yaitu Bani Quraizah, masih tetap di Madinah.
Masyarakat yahudi yang mengungsi ke Khaibar itu kemudian mengadakan kontak dengan masyarakat Mekkah untuk menyusun kekuatan bersama guna menyerang Madinah. Mereka membentuk pasukan gabungan yang terdiri dari 24.000 orang tentara. Di dalamnya juga bergabung beberapa suku Arab lain. Mereka bergerak menuju Madinah pada tahun 5 H. Atas usul Salman al-Farisi, Nabi memerintahkan umat Islam untuk menggali parit sebagai pertahanan. Setelah tentara sekut tiba, mereka tertahan oleh parit itu. Namun, mereka mengepung Madinah dengan mendirikan kemah-kemah di luar parit hampir sebulan lamanya. Perang ini disebut perang Ahzab (sekutu beberapa suku) atau perang Khandaq (parit).[30] Dalam suasana genting itu, orang-orang Yahudi Bani Quraizah di bawah pimpinan Ka’ab bin Asad berkhianat. Setelah sebulan pengepungan, akhirnya tentara sekutu kembali ke negeri masing-masing tanpa hasil apapun, disebabkan angin yang amat kencang menghantam dan menerbangkan kemah-kemah mereka. Sementara itu, pengkhianat dari Bani Quraizah dijatuhi hukuman mati.
Pada tahun 6 H, ketika ibadah haji sudah disayri’atkan, Nabi memimpin sekitar seribu kaum muslimin berangkat ke Mekkah, bukan untuk berperang, melainkan untuk melakukan ibadah Umrah. Sebelum tiba di Mekkah, mereka berkemah di Hudaibiyah. Penduduk Mekkah tidak mengizinkan mereka masuk kota. Akhirnya, diadakan perjanjian yang dikenal dengan nama Perjanjian Hudaibiyah. Isi dari perjanjian itu antara lain:
1.      Kaum muslimin belum mengunjungi Ka’bah tahun ini, tetapi ditangguhkan tahun depan.
2.      Lama kunjungan dibatasi sampai tiga hari saja.
3.      Kaum muslimin wajib mengembalikan orang-orang Mekkah yang melarikan diri ke Madinah, sedangkan pihak Quraisy tidak harus menolak orang-orang Madinah yang kembali ke Mekkah.
4.      Selama sepuluh tahun diberlakukan gencatan senjata antara masyarakat Madinah dan Mekkah, dan
5.      Tiap Kabilah yang ingin masuk ke dalam persekutuan kaum Quraisy atau kaum muslimin, bebas melakukannya tanpa mendapat rintangan.[31]
Gencatan senjata telah memberikan kesempatan kepada Nabi untuk menoleh berbagai negeri lain sambil memikirkan bagaimana cara mengislamkan mereka. Salah satu cara yang ditempuh Nabi adalah mengirim utusan dan surat kepada kepala-kepala negara dan pemerintahan. Di antara raja-raja yang dikirimi surat adalah raja Ghassan, Mesir, Abesinia, Persia dan Romawi. Namun, tak seorang pun masuk Islam. Ada yang menolak dengan baik dan simpati, tetapi ada juga yang menolak dengan kasar, seperti raja Ghassan. Utusan yang dikirim Nabi dibunuh dengan kejam oleh raja Ghassan. Untuk membalas perlakuan ini, Nabi mengirim pasukan perang sebanyak tiga ribu orang. Peperangan terjadi di Mut’ah, sebelah  utara Jazirah Arab. Namun, pasukan Islam atas komando Khalid ibn Walid (sudah masuk Islam) menarik diri dan kemabli ke Madinah. Pasalnya adalah tentara Ghassan mendapat bantuan dari Romawi, sehingga memiliki kekuatan tentara ratusan ribu orang.
Selama dua tahun perjanjian Hudaibiyah berlangsung, hampir seluruh Jazirah Arab, menggabungkan diri dalam Islam. Hal ini membuat orang kafir Quraisy Mekkah merasa terpojok. Sehingga, secara sepihak mereka membatalkan perjanjian tersebut. Melihat kenyataan ini, Rasulullah bertolak ke Mekkah dengan 10.000 orang tentara untuk melawan mereka. Nabi memasuki Mekkah tanpa perlawanan, Beliau tampil sebagai pemenang. Berhala-berhala di seluruh negeri dihancurkan. Setelah itu, Nabi berkhotbah menjanjikan ampunan Tuhan terhadap kafir Quraisy. Sesudah khotbah disampaikan, mereka datang berbondong-bondong memeluk agama Islam. Sejak itu, Mekkah berada di bawah kekuasaan Nabi.
Meskipun Mekkah telah dikalahkan, namun masih ada dua suku Arab yang masih menentang, yaitu Bani Tsaqif di Thaif dan Bani Hawazin di antara Thaif dan Mekkah. Mereka berkomplot ingin memerangi Islam karena telah menghancurkan berhala-berhala mereka di sekitar Ka’bah. Untuk ini Nabi mengerahkan kira-kira 12.000 pasukan dan memimpinnya langsung menuju Hunain untuk menghadapi mereka. Umat Islam dapat menaklukkan kedua suku tersebut dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dengan demikian, seluruh Jazirah Arab berada di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad saw.
Melihat kenyataan tersebut di atas, maka Heraklius menyusun pasukan besar di utara Jazirah Arab, Syiria, yang merupakan daerah pendudukan Romawi. Dalam pasukan besar itu, bergabung Bani Ghassan dan Bani Lachmides. Untuk menghadapi pasukan Heraklius ini, banyak pahlawan Islam menyediakan diri siap berperang bersama Nabi, sehingga terhimpun pasukan Islam yang besar pula. Melihat hal ini, akhirnya tentara Romawi itu mundur dan kembali ke daerahnya. Nabi sendiri tidak melakukan pengejaran terhadap mereka, tetapi berkemah di Tabuk. Di sinilah Nabi mengadakan perjanjian dengan penduduk setempat. Dengan demikian, daerah perbatasan itu dapat dirangkul ke dalam Islam. Perang Tabuk adalah perang terakhir Rsulullah saw.
Pada tahun 9 dan 10 H (630-632 M) banyak suku dari berbagai pelosok Arab mengutus delegasinya kepada Nabi Muhammad dan menyatakan ketundukan mereka.  Dalam kesempatan menunaikan ibadah haji yang terakhir, yang disebut haji wada’ (tahun 10 H/631 M), Nabi menyampaikan khotbahnya yang sangat bersejarah. Isi khotbahnya itu berisi prinspi-prinsip yang bila disimpulkan adalah kemanusiaan, persamaan, keadilan social, keadilan ekonomi, kebajikan dan solidaritas. Setelah itu, Nabi segera kembali ke Madinah. Beliau mengatur organisasi masyarakat kabilah yang telah memeluk agama Islam. Petugas keagamaan dan para da’i dikirim ke berbagai daerah dan kabilah untuk mengajarkan islam, mengatur peradilan dan memungut zakat. Dua bulan setelah itu, Nabi mengalami sakit dan tenaganya dengan cepat berkurang. Pada hari Senin, tanggal 12 Rabi’ul Awal 11 H/8 Juni 632 M, Nabi wafat di rumah istrinya Aisyah.[32]//
Dari seluruh perjalanan sejarah Nabi ini, dapat disimpulkan bahwa Nabi Muhammad saw, di samping sebagai pemimpin agama, juga merupakan seorang negarawan, pemimpin politik dan administrasi yang handal. Hanya dalam waktu sepuluh tahun menjadi pemimpin politik, beliau berhasil menundukkan seluruh Jazirah Arab dalam kekuasaannya.
Sebagai Nabi dan Rasul, beliau dilegitimasi dengan wahyu.  Sebagai pemimpin atau kepala negara, beliau dilegitimasi dengan kontrak sosial, yaitu perjanjian Aqabah.
Source
Selengkapnya(Read More)..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Twitter fb share