Kamis, 22 Maret 2012

Wifi Ditemukan dari Gelombang Radio Ilegal

Wifi atau kadang juga ditulis Wi-Fi (dengan strip) sudah menjadi kebutuhan dasar anak muda saat nongkrong di restoran atau kafe. Fasilitas yang satu ini sangat dibutuhkan untuk membuat waktu nongkrong menjadi mengasyikkan. Kalau ada Wifi, internet menjadi bisa diakses. Oleh sebagian kafe dan restoran, Wifi dijadikan salah satu sarana untuk menarik pengunjung.

Istilah Wi-Fi mulai dikenal pada tahun 1991. Wi-Fi merupakan singkatan dari Wide Fidelity. Wide artinya luas dan fidelity artinya ketepatan atau kejituan. Namun begitu digabung menjadi Wi-Fi, istilah tersebut artinya bukan ketepatan yang luas. Belakangan ada juga yang memanjangkan Wi-Fi sebagai wireless fidelity.

Wi-Fi merupakan teknologi jaringan komputer yang tidak mengandalkan sambungan kabel. Teknologi ini sepenuhnya mengandalkan gelombang radio untuk menghubungkan jaringan tersebut. Pada perkembangannya Wi-Fi banyak digunakan untuk menikmati jaringan internet dengan biaya relatif lebih murah dibanding jaringan kabel.

Perkembangan Wi-Fi ini dimulai dari ditemukannya penggunaan gelombang radio secara ilegal di Amerika pada tahun 1985 oleh Federal Communications Commision. Kemudian pada tahun 1991 seorang ahli bernama Vic Hayes dari perusahaan bernama Lucent & Agere System (sebelumnya bernama NCR Corporation/AT&T) mengembangkan gelombang radio ini untuk sistem pembayaran di kasir di Nederland, Belanda.

Temuan Wi-Fi ini kemudian disempurnakan oleh sekumpulan insinyur dari perusahaan komputer dan jaringan raksasa di dunia bernama Institute of Electrical dan Electronics Engineers (IEEE). Dengan adanya Wi-Fi kita menjadi lebih mudah untuk bisa menikmati internet.

Source : asalmulane(dot)com
Selengkapnya(Read More)..

Kisah Perintis Acara Kuis di Radio

Kuis di tahun 2000-an ini masih menjadi salah satu acara yang ditunggu-tunggu pemirsa televisi. Namun demikian, acara ini masih tetap saja disisipkan di banyak program. Dalam setiap acara review olah raga misalnya, stasiun televisi masih sering menyelipkan kuis berhadiah. Acara ini menjadi salah satu poin yang bisa membuat pemirsa tetap manteng dan tidak memindah channel televisi.

Acara kuis di televisi ini, sebenarnya merupakan adopsi dari acara-acara kuis di radio yang sudah lahir terlebih dulu. Hingga saat ini, radio-radio juga masih terus menjadikan kuis sebagai alat untuk memikat pendengar supaya tidak berganti gelombang ke radio lain. Sebaliknya, dengan adanya kuis, pendengar radio juga bisa mendapat keuntungan, berupa hadiah.
Radio memang menjadi perintis lahirnya acara-acara kuis interaktif dengan khalayak. Menurut laman telewatcher.com, acara kuis pertama muncul di radio pada tahun 1930-an. Saat itu, kuis-kuis radio bahkan bisa menghasilkan para bintang panggung hiburan yang dikenal publik. Selain mendapat hadiah besar, pemenang kuis saat itu juga diberi kesempatan siaran live di radio dan mengenalkan diri kepada publik.

Salah satu acara kuis radio yang saat itu sangat populer adalah Uncle Jim’s Question Bee. Acara ini dipandu oleh Jim McWilliams. Acara ini menjadi perintis program kuis radio di dunia. Setelah itu menyusul tiga acara kuis lainnya yang juga digemari pendengar radio, yakni Pot O’Gold yang dipandu Don Grauer, Take It of Leave It yang diampu Horace Heidt, dan Truth or Consequences yang dibawakan oleh Ralph Edwards.

Acara kuis radio ini jadi sajian utama yang dinanti pendengar. Hingga tahun 1940-an, kuis radio menjadi demam bagi warga Amerika. Di awal tahun 1940-an, era radio mulai digeser. Saat itu muncul era televisi. Masyarakat Amerika pun berubah. Mulanya, mereka adalah pendengar, tapi kemudian pelan-pelan berubah menjadi pemirsa.

NBC membaca adanya pergeseran ini. Dia kemudian mentransformasi diri dari stasiun radio menjadi stasiun televisi. Mulai 1 Juli 1941 Channel 1 yang merupakan stasiun televisi milik NBC mengudara. Saluran ini kemudian memindahkan sebagian isi siaran radio menjadi materi acara televisi. Program kuis Uncle Jim’s Question Bee dan kuis Truth or Consequences ikut diudarakan lewat televisi.

Kesuksesan Channel 1 dengan berbagai acara termasuk kuis kemudian mengilhami lahirnya satu lagi stasiun televisi Channel 2. Stasiun televisi Channel 2 (WCBW) ini juga membuat acara kuis yang diberi judul CBS Television Quiz. Acara ini dipandu oleh Gil Fates. Acara game yang mengandung unsure kuis kemudian juga diudarakan dengan nama Miss Goes-A-Shopping. Game ini berhasil merebut hati pemirsa dari tahun 1944 hingga tahun 1946.

Makin lama, pemirsa di Amerika kemudian dilanda kebosahan hanya dengan dua stasiun televisi. Maka, mulai 20 Juni 1946 lahir lagi satu stasiun televisi baru bernama DuMont Television Network yang juga punya acara kuis. Acaranya bernama Cash or Carry yang dipandu Dennis James. Acara ini disiarkan tidak dari studio, melainkan dari toko kelontong. Sebenarnya, acara ini tidak murni kuis, melainkan sudah dilengkapi dengan berbagai permainan.

Makin lama, acara seperti ini makin merebut hati pemirsa. Maka pemain yang menggarap pertunjukan ini pun makin banyak. Sponsor yang mendukungnya pun terus bertambah. Mulai 4 Mei 1948, acara permainan yang didalamnya juga terdapat unsur kuis bertajuk Winner Take All mengudara melalui saluran televisi CBS. Acara ini dikomandani Bill Cullen.

Lahirnya program yang diproduksi oleh Mark Goodson dan Bill Todman ini kemudian menjadi fenomena. Banyak pemirsa televisi yang menyukainya. Mereka juga ingin jadi pemenang acara ini. Lahirnya acara ini kemudian mendorong berkembangnya acara-acara serupa di kemudian hari. Karena itulah, sampai tahun 2012 ini, acara-acara seperti itu masih hadir baik di televisi maupun radio.
Sumber : asalmulane(dot)com
Selengkapnya(Read More)..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Twitter fb share